Polres Nunukan bekuk kurir sabu, begini kronologis lengkapnya

  • Whatsapp
Kasat Sabhara Polres Nunukan AKP Syahril Bajeng S

MITRAPOL.com, Nunukan – Jajaran Polres Nunukan berhasil membekuk kurir sabu dan menyita sejumlah barang bukti.

Senin 10/02/2020 Kapolres nunukan AKBP Tegih Triwantoro SIK.SH MH melalui IPTU Karyadi SH Kasubag Humas Polres Nunukan, Senin (10/02/2020) mengatakan bahwa pada hari Jum’at 07 Februari 2020 sekira pukul 20:00 Wita Team Padma Sat Sabhara Polres Nunukan  menindak lanjuti temuan hasil PATROLI sebelumnya berupa baket tentang adanya dugaan/indikasi transaksi peredaran Narkoba.

“Ketua tiem Padma Sat Sabhara Polres Nunukan Aiptu Andi Irwan berkoordinasi dengan Kasat Sabhara AKP Syahril Bajeng SH terkait rencana tindak lanjut dari baket yang diperoleh sebelumnya oleh Team Padma Sat Sabhara Polres Nunukan,” ujarnya.

Lanjutnya, sekira pukul 20:00 Wita Kasat Sabhara AKP Syahril Bajeng .SH mengapelkan Team Padma kemudian memberikan pengarahan berikut pemeriksaan dan pengecekan kesiapan Personel, administrasi terkait rengiat yg dimaksud.

Lalu, sekira pukul 21:30 wita Pers Team Padma yg dipimpin langsung oleh Kasat Sabhara langsung melakukan pengintaian thdp terduga pelaku yg sdh terindikasi sebagai kurir peredaran narkoba untuk memasarkan narkoba milik salah satu bandar narkoba yang cukup terkenal di Nunukan bahkan luar Nunukan.

Team Padma mendapatkan atau menemui keberadaan salah satu terduga kurir peredaran narkoba sehingga dilakukan pengintaian dan pembuntutan dimana saat itu terduga pelaku sedang mengendarai sepeda motor seorang diri ke arah Sedadap Nunukan Selatan tepatnya kampung durian, Kelurahan Mansapa Kecamatan nunukan Selatan.

Sekira pukul 22:30 wita terlihat terduga pelaku menghampiri atau mendatangi salah satu pondok (rumah kebun) yg berada ditengah kebun masyarakat setempat, dengan kondisi medan serta situasi dan kondisi tidak memungkinkan untuk membuntuti sepeda motor agar tdk ketahuan maka Kasat Sabhara memutuskan untuk berjalan kaki bersama dengan dengan anggota ditengah hutan dan semak belukar yang belum pernah dilewati manusia.

“Bahkan sebelum mendekati pondok keberadaan terduga pelaku dilakukan dengan cara merayap sekitar 200 meter jauhnya utk mencapai pondok (rmh kebun),” jelasnya.

Sekira pukul 23:30 wita Team Padma Dipimpin Kasat Sabhara langsung menyentuh dan menggerebek pondok tersebut dan pada saat dilakukan penggerebekan ada beberapa orang dan semuanya kaget serta melompat dari pondok untuk melarikan diri ketika menyadari kedatangan Polisi (Team) termasuk orang yg dibuntuti tersebut langsung melompat dari pondok berusaha melarikan diri sehingga terjadi pergelutan dengan Ketua tiem Padma, setelah terduga dikuasai dan ditaklukkan.

Saat dilakukan penggeledahan badan dan ditemukan serbuk putih menyerupai kristal diduga Sabu sabu sebanyak 3 (tiga) set kemasan plastik bening transparan yang dikemas dalam bungkusan rokok sampurna mild.

Setelah ditemukan uang tunai sebanyak Rp.400.000 (empat ratus ribu rupiah) dalam saku celana terduga pelaku bernama Saudara Saharuddin alias Cili selanjutnya saudara saharuddin dibawa naik ke atas pondok untuk menunjukkan barang bukti lainnya dan ditemukan sebanyak 7 (tujuh) dek bungkusan kecil plastik bening transparan yg berisi serbuk putih menyerupai kristal yang didudmga Sabu Sabu beserta alat hisap (bong), timbangan digital elektrik.

Sedangkan adapun orang berada dalam pondok tersebut pada saat dilakukan penggerebekan dan melarikan diri yakni Jabuk , laki laki, alamat Sedadap, Herman , janis kalamin laki laki, alamat Sedadap, Andai, laki laki, alamat Sedadap.

Sedangkan Rincian Barang Bukti yang diduga ada kaitannya dgn Tindak Pidana Narkoba yg disita di pondok kebun (TKP-1) adalah, sebagai berikut, 3 Set ukuran sedang bersisi serbuk putih diduga Sabu l- sabu, 7 Dek bungkusan kecil berisi serbuk putih diduga Sabu Sabu, 1 buah timbangan digital elektrik, 1 buah alat hisap (bong) dgn perangkatnya, 1 buah tas pinggangg kecil tanpa tali warna hitam merek UGZG, 3 buah Hendphone, 3 buah gunting, 3 buah penjepit,  bundel kemasan plastik bening.

Adapun Tersangka I yg diamankan bernama Saharuddin alias Cili Bin Ismail, lahir di Nunukan 05-12-1975, suku Bugis, agama Islam,pekerjaan sopir truk, status menikah, alamat Kampung durian Kelurahan Mansapa, Kecamatan nunukan selatan Kabupaten Nunukan Propinsi Kalimantan Utara.

Bahwa pada saat dilakukan penggerebekan di pondok Saharuddin alias Cili sedang mengemas ke kemasan kecil Sabu sabu.

Kronologisnya, pada hari Sabtu tgl 08/02/ 2020 sekira pukul 00:20 wita pada saat tersangka Saudara Saharuddin alias Coli digelandang dari Tempat kejadian perkara (TKP ) tiba-tiba HP nomor ponsel 08125578883 milik saudara Saharuddin alias Cili berdering panggilan dari nomor 082352410791.

Diketahui pemiliknya adalah bernama Saudara pong Nober olehnya itu Team Padma memerintahkan menerima panggilan masuk tersebut.

Adapun percakapan antara Saudara Baharuddin dengan saudara pong Nober di Hendphone adalah Saudara Saharuddin alias Cili, menyampaikan dirinya tertangkap oleh polisi pada saat sedang mengemas kemasan sabu sabu sehingga meminta kepada Saharuddin alias Cili agar berunding atur damai dengan Team dengan tujuan tidak memperpanjang kasus tersebut , selanjutnya Saharuddin menyampaikan kepada Team Padma bahwa saudara Pong Nober sanggup mengantar uang tunai berupa DP ke Team saat itu juga sebesar Rp 20 juta.

Sedangkan sisanya Rp 80 juta akan diantar sebelum matahari terbit, olehnya Team berunding utk memancing agar Saudara Pong Nober muncul maka Team mengiyakan permintaan.

“maka disepakati lah bertemu di jalan sambil serah terima uang Rp 20 juta dimaksud,” terangnya.

Bahwa pada hari Sabtu tanggal 08/02/2020 sekira pukul 01:30 wita bertempat di depan GOR, Jalan Sei Sembilan sesuai waktu kesepakatan jadwal dan tempat bertemu datanglah seseorang mengendarai sepeda motor YAMAHA SOUL GT 125 nomer polisi KT 2422 SW dan langsung menemui Team yg telah ditunjuk dan seketika itu Anrilla langsung muncul dan menyergap orang tetsebut sehingga orang tersebut yang belum diketahui namanya.

“Dan ngomong bahwa Uangnya Rp 20 juta yang bapak minta sudah saya bawa dan simpan dibahu jalan sambil menunjuk ke arah letak uang tersebut.”

Dan uang yang dikemas di kantong plastik hitam, kemudian melanjutkan omongannya kenapa tangkap saya pak’.

Sedangkan uangnya Sudah saya antar sambil berontak lalu loncat dari atas motornya kemdian berlari akan meloloskan diri namun sudah dihadang oleh Kasat Sabhara bersama Team padma.

Pada saat orang tersebut sudah dapat diamankan atau dikuasai dirinya mengaku bawa saya Ullah.

Identitas lengkap sebagai berikut :

Amrillah Bin Makka, lahir di Pinrang Sulsel 31 – 12 – 1975, suku Bugis, agama Islam, pekerjaan swasta, status menikah, alamat Jalan Fatahillah kelurahan anunukan Tengah kecamatan nunukan kabupaten nunukan Propinsi Kalimantan Utara.

Adapun barang yang disita dari Amrillah alias Ulla yakni uang tunai sebagai atur damai untuk bebaskan kurirnya dari jeratan hukum sebesar Rp 20 juta.

Selain itu juga disita uang tunai Rp 258.000 dari saku celananya, 2 Unit HP berbagai merek, serta 1 Unit sepeda motor YAMAHA SOUL GT 125 nomer polisi KT 2422 SW.

Selanjutnya Tersangka Amrillah dan bersama barang buktinya (BB) di gelandang ke Mapolres Nunukan untuk diamankan guna tindakan proses Hukum selanjutnya.

Bahwah pada hari Sabtu tanggal 08/02/ 2020 pukul 02:00 wita “Team Padma” yang dipimpin langsung AKP sahril Bajeng jabatan Kasat Res Sabhara melanjutkan pencarian ke rumah saudara Pong Nober dan tempat tempat yang diduga sebagai tempat persembunyian nya namun hingga saat ini belum dapat diketahui keberadaannya.

Perlu diketahui bahwa Pong Nober adalah erat kaitannya dengan Peredaran Narkotika milik milik saudara Amrilah yang akan dipasarkan oleh saudara Baharuddin (cili’) dengan alasan keterangan atau pengakuan dari saudara Baharuddin bahwa sbagai berikut:

Pada hari jumat 07/02/2020 jam 9.30 malam bertempat di kediaman Amrilah telah berlangsung serah terima barang sabu Sabu milik Amrilah ke tangan saharuddin untuk dipasarkan.

Lanjud Iptu Karyadi SH Kasubag Humas Polres Nunukan bahwa dimana saat itu juga disaksikan oleh pong Nober.

Bahwa pada saat baharuddin telah diketahui tertangkap oleh Polisi maka saudara Pong Nober. yang berunding melalui Hendphone agar atur damai saja.

Namun pada saat atur damai disepakati secara damai itu hanya trik untuk memunculkan saudara Pong Nober (yang saat ini pencarian selaku pemilik Sabu) ternyata yang datang mengantar uang damai sebagai uang Tanda Jadi ( DP) tersebut adalah Amrillah,” ujar Kasubag humas Polres Nunukan kepada Wartawan.

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *