Seorang siswi di Sabang disetubuhi hingga hamil, setelah lahir bayinya dibuang

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Sabang – Sungguh tega nian apa yang dilakukan Zul (51).  Pria paruh baya warga Kel. Jaboi, Kec. Sukajaya Sabang itu telah menyetubuhi pelajar wanita di bawah umur berinisial M hingga hamil dan melahirkan.

Kapolres Sabang melalui Kasat Reskrim IPTU Abdul Halim menjelaskan kepada Mitrapol.com,  benar telah terjadi persetubuhan di Kel. Jaboi Sabang, seorang laki-laki yang bernama tersebut di atas , dengan seorang siswi bernama M, usia 16 tahun, pelajar, warga Jaboi Sabang.

Zul (51), warga Kel. Jaboi, Kec. Sukajaya Sabang.

Kronologi awalnya mengapa bisa tercium kasus persetubuhan tersebut, bermula pada pukul enam pagi, wanita korban persetubuhan tersebut bernama M, mengeluh sakit perut, dan ibunya sempat menekan perut M, menurut ibunya M masuk angin.

“Lantas  kedua orang tua M langsung memberi pengobatan secara alami dengan mencari daun-daunan di sekitar halaman rumahnya, selanjutnya  M tiba-tiba keluar rumah sendirian melalui pintu samping menuju belakang rumahnya, tidak lama kemudian M sambil berdiri agak jongkok sedikit, tiba-tiba keluar bayi dari dalam perutnya,” tuturnya.

Berdasarkan pengakuan M, bahwa bayi tersebut saat keluar dari perutnya tidak sempat di pegang dan langsung jatuh ke tanah karena putus dari tali pusatnya.

Selanjutnya M merasa ketakutan kalau kedua orang tuanya tau bahwa dianya hamil dan sampai melahirkan, maka saat itu diduga M merasa ketakutan, dan mengambil bayi tersebut dibuang kedalam lobang halaman rumahnya, akhirnya bayi tersebut meninggal.

“Selanjutnya M masuk ke dalam rumah kembali dalam keadaan kain yang ia pakai berlumuran darah, saat itu juga ibu M menanyakan kenapa banyak darah dikainnya, jawab M kepada ibunya bahwa ini darah datang bulan katanya, dan kedua orang tua M percaya hal itu,” urai polisi.

Pada hari minggu 09 Februari  2020 sekira Pukul 23.00 wib Pak geucik Mendengar dari masyarakat Gampong Jaboi bahwa Maulida anaknya Pak  Ibrahim sedang hamil, dan pada tanggl 11 Februari 2020, Pak geucik Mendengar kabar lagi  dari sdra amin bahwa Sdri M sudah melahirkan dan mengalami pendarahan.

Selanjutnya pak geucik Gampong Jaboi mengadakan Rapat kembali dengan perangkat desa dan bhabinkamtibmas juga Bhabinsa untuk mencari tau kebenaran berita tersebut, sekira pukul 13.00 Wib. Mahdi Menghubungi ayahnya (MD) ibrahim dan mengatakan untuk datang ke rumah M.amin  kemudian M.amin menanyakan kepada  ibrahim “apa benar M mengalami pendarahan dan melahirkan kalau benar jangan di sembunyikan” “Sdra Ibrahim “Dia tidak mengalami pendarahan yang saya tau dia sedang datang bulan”. jawab ayah M.

Untuk lebih akurat lagi, Pada pukul 17.00 Wib. M dibawa ke Bidan untuk melakukan pemeriksaan, dari hasil pemeriksaan tersebut dan dibantu dengan mediasi perangkat desa di ketahuilah bahwasanya M telah mengalami pendarahan dan baru selesai melahirkan.

Atas kebenaran kejadian tersebut, Ibrahim orang tua kandung M langsung melaporkan ke Polres Sabang, karena sudah merasa dirugikan.

Menurut info yang Mitrapol.com dapatkan, selama M hamil ia tetap pergi sekolah namun tidak ada sedikitpun mencurigakan bahkan tidak tampak perutnya membesar. Karena diduga perutnya dipres dengan kain dan M juga memakai Jilbab agak besar.

Diketahui, Zul (51) dan M sering melakukan hubungan suami istri di semak-semak dalam kebun tanaman coklat berjarak sekiitar tiga puluh meter dari rumah korban.

Hal tersebut dilakukan dari bulan Mei tahun 2019 hingga sekarang dan menjadi hamil sampai melahirkan.

“Setelah melahirkan bayi tersebut dibuang dibelakang rumah sdri. Maulida, bayi tersebut dibuang karena tidak sanggup menahan malu,” tutup Kasat Reskrim Polres sabang IPTU Abdul Halim.

 

 

Reporter : Bukhari

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *