Siswa Athirah buat Tisu dari Enceng Gondok, Lies F Nurdin: Saya sangat bangga

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Makassar – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan mengaku bangga dan mengapresiasi karya dari tiga siswa SMA Islam Athirah Makassar yang berhasil membuat tisu dari tumbuhan enceng gondok.

Berkat penemuan ini, Sitti Rahma Rahim, Nurnabilla Syfadewi Attaya dan Nawwarah Liyana Zafira Aminanti siswi kelas XI Ilmu Alam berkesempatan mewakili Indonesia pada International Sains Innovation Expo (ISIE) di Korea Selatan pada April 2020 mendatang.

“Saya sangat bangga pada anak-anakku semua, kita sangat apresiasi karya dan penelitian anak-anakku yang berhasil mengubah enceng gondok menjadi tisu, juga berkat bimbingan dari guru-guru,” kata Lies di sela rapat bersama tim pengajar dan siswa SMA Islam Athirah Makassar di Rujab Gubernur Sulsel, Jumat,(14/2).

Lies menuturkan, tisu yang berhasil dibuat dari serat enceng gondok sejalan dengan program pengurangan penggunaan sampah yang sulit terurai serta program penghijauan yang selama satu tahun berjalan melalui program kegiatan PKK Sulsel dan beberapa organisasi yang diketuai Lies F Nurdin.

“Pohon kita habis ditebang untuk membuat tisu, sampah tisu lama dan tidak bisa terurai dengan sempurnah di alam, belum lagi ada bahan kimia pemutih yang cukup berbahaya bagi kulit apalagi bila digunakan untuk membungkus makanan,” urai Lies.

“Kegiatan kami dua minggu lalu membagikan 200 bibit gratis setiap bulan dari PKK dan Dekranasda kerja sama dengan Dinas Kehutanan dan Dinas Pengelola Lingkungan Hidup Sulsel, juga membagikan 500 bibit bagi seluruh Kabupaten Kota agar Sulawesi Selatan hisa hijau,” sambungnya.

Sementara, Siti Rahma, satu dari tiga siswa yang berhasil membuat karya ini menuturkan awal ide mengubah enceng gondok menjadi tisu.

“Enceng gondok sebagai tumbuhan yang tidak banyak dimanfaatkan masyarakat bahkan biasanya menyumbat aliran air kami manfaatkan sebagai bahan dasar membuat tisu, karya kami ini juga agar penebangan pohon berkurang,” jelas Rahmah.

Rahmah menuturkan, ia dan kedua rekannya memutuskan menggunakan enceng gondok sebagai bahan pembuatan tisu usai membaca berbagai referensi di internet.

“Kami bekerja selama tiga minggu, proses pembuatan tisu selama satu hari, mulai dari pagi pengeringan enceng gondok, pembersihan, proses kimia dan langsung jadi,”jelasnya.

Rahmah menyebut, untuk menghasilkan 15 lembar tisu diperoleh dari 20 gram enceng gondok yang setara dengan 8 batang tumbuhan liar yang banyak menyumbat saluran air ini.

Berkat penemuan ini, Rahmah dan dua rekannya berhasil meraih juara dua pada lomba Karya Ilmiah Hayati di Bandung beberapa waktu lalu.

Mereka berharap, dukungan pemerintah mampu memperbaiki kualitas lembar demi lembar tisu yang mereka akan ikutkan lomba di Korea Selatan April mendatang.

 

 

Reporter : Muh Ali/Hms

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *