12 Jenazah korban kecelakaan Helikopter MI 17 berhasil di identifikasi

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jayapura – Tim DVI Polda Papua bersama dengan Kesdam XVII/Cenderawasih akhirnya berhasil mengindentifikasi 12 korban kecelakaan helicopter MI-17 Milik Penerbad yang mengalami kecelakaan ketika terbang dari Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang menuju ke Sentani, Kabupaten Jayapura pada tanggal 28 Juni 2019 lalu.

Dalam keterangannya, Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Kabiddokes Polda Papua, Kombes. Pol. Agustinus Mulyanto Hardi menjelaskan, secara umum ke 12 jenazah tersebut berhasil di identifikasi berdasarkan 2 metode pemeriksaan, yaitu antem mortem dan post mortem, serta identifikasi dengan metode inklusi. Ditambahkan, dalam pelaksanaan identifikasi tersebut, pihaknya juga menggunakan 2 data, yaitu data primer yang berkaitan dengan catatan medis dan catatan gigi, sementara untuk data sekunder yaitu berdasarkan property yang melekat pada tubuh korban, seperi pakain dinas, cincin dan sejumlah property lainnya.

“Kita sudah melakukan singkronisasi data dari 11 kantong jenazah yang kami terima, dan semunya sudah berhasil kami identifikasi sebagai 12 orang korban kecelakaan helicopter MI-17, baik itu dari data primer maupun sekunder, serta yang terakhir melalui metode inklusi. Semua sudah lengkap, dan teridentifikasi dengan baik, sehingga siap untuk dikembalikan ke pihak keluaraga untuk selanjutnya dimakamkan”, kata Kabid Dokes Polda Papua, Kombes Pol. Agustinus M. Hardi. Minggu, (16/02/2020).

Sementara itu, Kakesdam XVII/Cenderawasih, Kolonel. CKM. Djanuar Fitriadi menambahkan, proses identifikasi para korban bisa di laksanakan dengan rentan waktu yang cukup cepat, sebab kondisi jenazah masih mudah dikenali, dan ditambah dengan sejumlah property yang melekat di tubuh korban, selain itu, pasca di temukan titik lokasi kecelakaan, pihaknya langung melakukan pengumpulan data otentik dari para keluarga.

“Proses identifikasi ini sudah kita mulai jauh hari sebelum proses evakuasi, dimana kita sudah melakukan pegumpulan data dari pihak kelurga terdekat, yang tentunya sangat membantu pada proses identifikasi yang dilakukan oleh tim DVI Polda Papua dan Kesdam XVII/Cenderawasih, “ujar Kolonel. CKM. Djanuar Fitriadi.

Pada kesempatan yang sama, Wakapendam XVII/Cenderawasih, Letkol. Inf. Dax Sianturi mengatakan, pasca proses indentifikasi, jenazah para korban akan segera dipulangkan ke kampung halaman mereka masing-masing, dan proses tersebut dibagi dalam 2 tahap, yaitu pemberangkatan tahap pertama akan di lakukan pada hari Senin, 17 februari 2020, akan diberangkatkan 8 jenazah, dengan tujuan Kota Semarang 7 jenazah yang semuanya adalah kru Helikpoter, dan 1 jenazah akan di berangkatkan ke Surabaya. Untuk pemberangkatan tahap pertama akan di lepas oleh Pangkogabwilhan III, Letjen. TNI. Ganip Warsito.

Sementara untuk pemberangkatan jenazah tahap ke dua, di jadwalkan akan di lakukan pada hari selasa, 18 ferbruari 2020, dengan tujuan ke Sorong 1 jenazah, Ambon 1 jenazah, Pulau Seram 1 jenazah, Kupang 1 jenazah, dan Kendari 1 jenazah.

Untuk pemberangkatan jenazah tahap ke dua ini di jadwalkan akan di lepas langsung oleh Panglima TNI dan Kapolri.
Adapun ke 12 jenazah yang berhasil di indetifikasi terdiri dari 7 kru helicopter Mi-17 yaitu, Kapten Cpn. Aris Adik, Kapten Bambang Saputra, Lettu Ahwar Afandi, Serka Suriatna Wijaya Kusuma, Praka Dwi Purnomo dan Pratu Asharul Mashudi.

Sementara untuk 5 personil Yonif 725 Woroagi adalah Sertu Dita Ilham, Serda Ikrar Satya Nainggolan, Pratu Yanurius Loe, Pratu Risno, Prada Sujono Kaimuddin dan Prada Tegar Hadi.

 

 

Reporter: OL

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *