Jembatan Bojo Barru jebol, Komisi D DPRD Sulsel langsung gelar rapat

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Makassar -Dewan Perwakilan Rakyat(DPRD) Provinsi Sulawesi selatan mengundang sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Balai Besar terkait jembatan Sungai Bojo puncara kab. Barru beberapa hari lalu, rapat komisi berlangsung di Gedung Tower DPRD Lt. 6 jl Uripsumiharjo, Makassar, Senin (17/02/2020).

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan dan Jeneberang menjelaskan, terjadinya insiden mengakibatkan satu unit kendaraan truk 10 roda jatuh dari jembatan ke Sungai Bojo Barru pada hari Kamis (12/2/2020) sekitar pukul 21.35 wita.

“Truk yang melintas sebanyak tiga unit masing- masing muatannya 600 sak pupuk atau sekitar 38 ton mobil ke dua terjatuh, lajur segmen panel jembatan patah, disebabkan mobil truk Over lood (kelebihan muatan) dari arah makassar ke pare pare, Lantai jembatan patah lajur kanan pada pelat badan (Cross girder baja),” ungkapnya.

Kepala Balai menambahkan bahwa dari hasil analisa tim balain dan kabid pembangunan dan jembatan(PU) yang turut hadir dalam rapat ini, mengatakan bahwa jembatan tersebut sudah terhitung lama dibangun pada tahun 1994 direhab pada tahun 2013 penggantian kontruksi dan lantai jembatan dengan menggunakan (pemasangan) deck slob down tee produksi PT.Wika Beton, yang saat ini jg dipakai pengerjaan jembatan layang (fly Over) di Pettarani Makassar.

“Dengan usianya yang terbilang cukup tua ini perlu diganti keseluruhan dibuatkan ke jembatan baru,” tambahnya.

Dirjen Binamarga dalam hal ini Kadis Bina Marga segera akan melakukan pembenahan dan perbaikan di sungai Bojo Puncara Barru dengan arah kebijakan dan strategi utama untuk membangun jalan termasuk jembatan akses provinsi melalui penguatan sistem dan penganggaran.

Dalam Rapat ini turut hadir asisten II Gubernur (Yang Mewakili, Kadis PU dan perumahan rakyat, kabid pembangunan dan jembatan, Kadishub, Kepala Badan Pelaksanaan Jalan Nasional dan Kepala Balai Cipta Karya dan Pemukiman dan Satker.

“Komisi D DPRD Sulsel harap pembangunan untuk bisa sinkronisasi kegiatan balai Cipta karya, balai besar pompengan dan jeneberang agar seluruh akses jalan provinsi segera dibenahi, yakni meningkatkan kapasitas, Kwalitas dan ketahanan pengerjaan yang sebelumnya jembatan tersebut menggunakan rangka baja australia(RBA) tipe A, Panjang 46.5 meter dan luas 7.0 meter agar kwalitas nya ditingkatkan lagi,” tutupnya.

 

(Muh Ali Ghu2nk)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *