Merasa mampu, dua warga Pekon Trimulyo mundur dari PKH dan BPNT

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Lampung Barat – Peratin (Kepala Desa) bersama Camat Gedung Surian beserta pendamping Program Keluarga Sejahtera (PKH) dari Kecamatan dan pekon pada hari Kamis (13/02/2020) melakukan pembagian bantuan PKH triwulan pertama di Pekon (Desa) Trimulyo, Kecamatan Gedung Surian, Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung untuk 132 orang secara bertahap.

Setelah dikumpulkan dan diberikan arahan atas program tersebut, peserta musyawarah dikejutkan dengan mundurnya dua (2) orang penerima bantuan tersebut Yaitu : Mujiati pemangku Talang Panjang (I) dan Ngatmini pemangku Talang Panjang (II).

Menurut keterangan Buchori selaku Peratin Pekon Trimulyo, warga penerima dana program keluarga harapan (PKH) dan BPNT mundur karena merasa sudah mampu dan ada yang lebih membutuhkan.

“Alasan mereka, mereka sudah sekian lama mendapat bantuan tersebut sedangkan masih banyak warga lain yang lebih membutuhkan belum mendapatkannya. Maka atas kesadaran sendiri mereka mengundurkan diri dari program bantuan PKH dan BPNT. Selanjutnya berita acara pengunduran diri akan segera dilaporkan kepada Dinas sosial Kabupaten Lampung Barat Melalui Camat Gedung Surian,” terangnya Minggu (16/02/2020).

Atas pengunduran yang dilakukan oleh warganya, Peratin Pekon Trimulyo juga camat Gedung Surian langsung menyaksikan peristiwa tersebut menyatakan dan memberikan apresiasi yang setinggi tingginya kepada warganya, karena telah mundur merasa sudah tidak relevan lagi menerima bantuan tersebut.

Pantauan Mitrapol di lapangan, selain sukarela dan ikhlas, warga yang mundur karena merasa ada yang lebih membutuhkan dan pantas untuk menerima bantuan tersebut.

“Masih banyak warga yang lebih membutuhkan dan layak untuk menerima bantuan tersebut, yang ngantri juga masih banyak,” ucap singkat warga setempat.

Erna Wati selaku Camat Gedung Surian memberikan keterangannya, “Untuk sementara ini sudah ada 2 warga yang menyatakan mengundurkan diri sebagai penerima PKH karena mereka merasa sudah mampu,” kata Camat.

Menurutnya, pengecatan tulisan tersebut akan terus dilakukan secara bertahap disetiap rumah warga penerima PKH, dengan maksud agar masyarakat di setiap pekon tahu bahwa, siapa yang berhak menerima program keluarga harapan (PKH) tersebut, hal ini akan lebih mudah dilakukan pengawasan oleh masyarakat serta pendamping desa.

“Hal tersebut juga dapat memastikan masyarakat yang benar benar miskin dan tidak mampu agar bisa mendapatkan dana bantuan tersebut dari pemerintah, untuk yang merasa sudah mampu bisa mundur dengan iklas serta menulis pernyataan bermaterai tanpa ada paksaan dari pihak manapun,” terangnya.

Lebih lanjut Erna Wati menambahkan, dengan kesadaran masyarakat, penerima manfaat PKH ke depannya akan semakin berkurang setelah petugas memasang tulisan tersebut dengan cat ke setiap rumah, yang menyatakan bahwa pemilik rumah adalah keluarga prasejahtera penerima bantuan PKH.

“Kami menginginkan agar penerima dana PKH dan BPNT benar-benar masyarakat yang tidak mampu dan yang berhak menerimanya. Hal ini penting dilakukan agar sasaran bantuan dari pemerintah sesuai dan tepat sasaran,” harapnya.

 

(Reporter : Deni Andestia)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *