Empat terdakwa pencuri uang milik Pemprov Sumut jalani sidang tuntutan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan – Empat orang terdakwa pelaku pencurian uang milik Pemprov Sumatera Utara menjalani sidang lanjutan di PN Medan, Senin (17/2/2020) dengan agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rambo Sinurat.

Keempat terdakwa masing-masing, Nisar Sitorus dituntut 6 tahun, Musa Hardianto Sihombing dituntut 6,5, Nico Demus Sihombing dituntut 7 tahun  dan Indra Haposan Nababan dituntut 6,5 tahun Penjara.

Menurut JPU Rambo Sinurat dalam nota tuntutan, para terdakwa terbukti bersalah secara bersama-sama melakukan pencurian uang sebesar Rp 1,6 miliar milik Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemprov Sumut.

Para terdakwa kata Rambo, melanggar pasal 363 jo pasal 55 ayat (1) ke-1  KUHPidana. Sedangkan dua pelaku  lainnya  Pandiangan dan Tukul belum disidangkan, berstatus DPO.

Usai pembacaan tuntutan, Majelis Hakim yang diketuai Erintuah Damanik  menunda persidangan hingga pekan depan, dengan genda pembacaan pledoi (notabelaan) terdakwa.

Menurut JPU, awalnya Senin, 09 September 2019 sekira pukul 17.00 di Jalan Diponegoro No.30 Kel.Madras Hulu Kec.Medan Polonia, keempat terdakwa dam dua orang lainnya (DPO) melakukan pencurian uang sebesar Rp 1,6 M dari dalam mobil Avanza yang parkir di halaman kantor Gubernur Sumut.

Para terdakwa secara bersama telah mengikuti mobil korban sejak dari Bank Sumut. Saat mobil sasaran parkir di kantor Gubsu, para terdakwa pun melakukan aksi sehingga lenyap uang Rp 1,6 M.

Dalam persidangan didengar keterangan saksi Aldi Budianto dan Indrawan Ginting, ASN dan Honorer di bidang anggaran pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemprov Sumut.

Selaku saksi keduanya mengaku tidak mengetahui jika mereka telah diikuti oleh keenam terdakwa yang merupakan sindikat pencuri antar provinsi.

Tanpa mereka duga, uang Rp1,6 Milliar yang hilang dari dalam bagasi mobil Avanza yang parkir di Halaman Kantor Gubernur Sumatra Utara.

Dalam persidangan  juga ditayangkan  rekaman CCTV. Namun CCTV tersebut bukanlah milik Pemprov Sumut karena pada saat kejadian dalam keadaan rusak, tapi CCTV milik kepolisian yang  berada di persimpangan yang mengarah ke Pemprovsu.

(ZH)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *