Tim Kejati Sumut tangkap buronan kasus tipikor di kawasan Pantai Indah Kapuk

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan – Direktur PT Rejo Megah Makmur Engineering (RMME) Johanes Lukman Lukito Bsc, buronan terpidana perkara korupsi ditangkap Tim Pidsus Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) bersama Tim Intel Kejari Nias Selatan, setelah buron selama sembilan bulan.

Kasi Penkum Kejati Sumut, Sumanggar Siagian pada pers rilisnya, Selasa (18/02020) dinihari mengatakan, Johanes ditangkap Senin (17/02) siang, sekitar pukul 14.00 WIB, saat berada di Mall Avenue Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara.

Dikatakan, penangkapan terhadap terpidana terkait dengan perkara korupsi pembangunan Water Park yang bersumber dari penyertaan modal APBD Pemkab Nisel TA 2015 sebesar Rp17.952.000.000, bersama dengan PT Bumi Nisel Cerlang, yang merupakan perusahaan BUMD milik Pemkab Nias Selatan.

Setelah putusan tersebut, terpidana berstatus tahanan kota ini melarikan diri.

“Selama sembilan bulan dalam pelarian, terpidana selalu berpindah tempat, hingga diketahui keberadaannya di kawasan Pantai Indah Kapuk, ” jelas Sumanggar.

Saat ditangkap, lanjut Sumanggar, terpidana sedang bersama beberapa rekan bisnisnya. Namun terpidana kooperatif dan bersedia dibawa ke Medan untuk menjalani proses hukum.

Sesuai putusan Kasasi MARI No.593 K/pid.sus/2019, tertanggal 21 Mei 2019, yang menghukumnya terpidana 4 tahun penjara dan denda sebesar Rp200 Juta, subsider 4 bulan kurungan.

Selain itu, Johanes wajib membayar sisa uang pengganti senilai Rp3.390.698.714, karena sebelumnya terpidana telah membayar uang pengganti sebesar Rp4,5 miliar dari total uang pengganti sebesar Rp7.890.698.714. Bila tidak sanggup membayar maka digantikan dengan pidana badan selama 4 tahun.

Disebutkan Sumanggar, terpidana sampai di Medan sekitar pukul 23.00 Wib. Tim Kejati Sumut langsung melakukan pemeriksaan kesehatan di RS Mitra Sejati. Setelah melakukan proses administrasi di kantor Kejatisu, maka Selasa (18/02), dinihari langsung dibawa ke Lapas Dewasa Klas I Khusus Tanjung Gusta, Medan.

Lebih lanjut Sumanggar mengatakan, perkara korupsi Proyek pembangunan Nias Water Park terletak di Kelurahan Pasar Teluk Dalam, Kecamatan Teluk Dalam, Nisel, juga telah menghukum Direktur PT Bumi Nisel Cerlang (BNC) Yulius Dakhi.

Terpidana merupakan rekanan Pemkab Nisel, dihukum selama satu tahun 3 bulan penjara dan membayar denda Rp50 juta subsider satu bulan penjara. Putusan itu dijatuhkan majelis hakim tipikor PN Medan pada 1 November 2017 lalu.Terpidana Yulius telah menyelesaikan hukumannya dan telah bebas(ZH).

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *