1 Tahun memimpin Wajo, ini capaian Duo Amran

  • Whatsapp

MITRAPOL.com. Wajo – Kami merasa patut menyampaikan rasa syukur yang tiada terhingga kepada Allah SWT, karena kami telah berhasil mencapai tepat 1 (satu) tahun masa tugas kami sebagai Bupati dan Wakil Bupati Wajo, masa jabatan 2019-2024.

Dalam kurun waktu satu tahun ini, tak terkira banyaknya pernak-pernik kehidupan yang menghiasi perjalanan kami. Pahit dan manis menyapa silih berganti. Tanjakan atau turunan datang dan pergi.
Tidak mudah mengawali tugas ketika daerah ini sedang mengalami defisit dan rendahnya sejumlah indikator strategis ekonomi makro.

Defisit sebesar 67 miliar yang diwariskan oleh APBD 2018 memaksa kami mengencangkan ikat pinggang di tahun 2019 lalu. Langkah-langkah berani dan tidak populer terpaksa kami ambil demi mengembalikan kondisi keuangan daerah yang sakit kala itu. Alhamdulillah berkat dukungan dari berbagai pihak, kita berhasil melewati masalah itu dengan selamat.

Di luar masalah internal tersebut, secara eksternal kondisi ekonomi makro Kabupaten Wajo pada tahun 2018 juga menunjukkan kecenderungan yang negatif. Angka pertumbuhan ekonomi berada pada titik terendah selama sekian tahun terakhir ini, yaitu 1,07%. Hal itu diikuti dengan naiknya angka pengangguranmenjadi 3,79%, Kemiskinan, 7,50%, gini rasio 0,369.
Padahal, pergantian pemerintahan lazimnya, selalu diikuti oleh espektasi besar dan harapan yang tinggi dari masyarakat untuk segera melihat terjadinya perbaikan kualitas kehidupan.

Dilema antara besarnya kebutuhan untuk segera memenuhi janji kepada masyarakat, dengan kewajiban menutupi defisit, sungguh tidak mudah diarungi. Namun berkat kekompakan dan kebersamaan yang didasari oleh komitmen tinggi untuk bekerja bagi masyarakat, kita bisa melakukan perbaikan secara bertahap. Kami berharap rilisan data capaian tahun 2019 dari Badan Pusat Statistik nanti menunjukkan angka-angka yang menggembirakan.

Kami menyadari bahwa publik terus mengikuti langkah-langkah Pemerintah Daerah. Oleh karena itu, berikut kami sampaikan gambaran pencapaian 1 (satu) tahun pemerintahan kami, sejak dilantik pada 15 Februari 2019 lalu.

Dalam satu tahun ini, berbagai upaya kami tempuh untuk mengakselerasi perwujudan visi Kabupaten Wajo, yaitu Pemerintah Amanah menuju Wajo yang Maju dan Sejahtera.
Upaya dalam mewujudkan visi dan misi melalui beberapa kerja nyata, kami bagi ke dalam 4 kategori kerja nyata, yaitu Wajo Amanah dan Bersih, Wajo Sehat, Cerdas dan Religius, Wajo Maju, dan Wajo Sejahtera. Keempat kategori tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan, dan kami uraikan sebagai berikut.
Wajo Amanah dan Bersih diwujudkan melalui beberapa kerja nyata. Pertama, Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) yang selama ini hanya berlangsung di Kecamatan Pitumpanua. Namun berkat upaya Camat Belawa, di Belawa juga sudah berdiri konsep pelayanan serupa yang bahkan sudah ditingkatkan menjadi Mal Pelayanan Publik yang sederhana. Kita berharap seluruh kecamatan dapat segera mengadopsi pola ini untuk memangkas berbagai prosedur pelayanan kepada masyarakat.

Kedua percepatan reformasi birokrasi dan e-government. Percepatan reformasi birokrasi kami tempuh dengan melakukan restrukturisasi birokrasi pemerintahan, agar lebih ramping, miskin struktur dan kaya fungsi. Sebanyak 12 organisasi perangkat daerah kita lebur, yang menyebabkan jumlah OPD Kabupaten Wajo saat ini hanya 27 perangkat daerah, dari sebelumnya sebanyak 39 perangkat daerah. Struktur birokrasi tersebut telah diisi oleh pejabat yang dipilih dan diangkat melalui proses yang transparan.

Restrukturisasi ini diharapkan akan berdampak pada terjadinya efisiensi operasional OPD yang ditandai dengan menurunnya belanja pegawai serta belanja barang dan jasa, dengan harapan belanja publik mengalami peningkatan di masa yang akan datang. Selain efisiensi operasional, restrukturisasi organisasi juga berdampak pada efektivitas tata laksana, yang ditandai dengan kemudahan koordinasi dan sinkronisasi, penyederhanaan prosedur dan pemangkasan rentang kendali. Diharapkan pada masa mendatang, restrukturisasi ini akan mendorong peningkatan kinerja para pegawai ASN.
Adapun implementasi e-government pada sektor Pendapatan Asli Daerah telah berdampak pada terjadinya peningkatan PAD sebesar 2,19%. Peningkatan ini dicapai melalui penerapan Mobile Payment Online System (MPOS) atau pembayaran pajak secara online. Salah satu pemanfaatan MPOS dapat kita lihat penggunaannya di warung makan atau restoran.
Selain MPOS, kami menerapkan tax clearing system atau konfirmasi status wajib pajak pada administrasi perizinan. Kemudahan berusaha juga diharapkan terjadi dengan menerapkan perizinan berusaha yang terintegrasi secara elektronik atau Online Single Submission (OSS).

Host to host system juga telah mulai diimplementasikan untuk meningkatkan Biaya Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan atau BPHTB, melalui perjanjian kerjasama dengan Badan Pertanahan Nasional/ATR Kabupaten Wajo.

Sebagai bentuk sinkronisasi terhadap seruan Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, transaksi non tunai juga sudah diterapkan di Kabupaten Wajo sejak pertengahan tahun 2019, dimulai dari transaksi nol rupiah.
Dalam mengawal penyelenggaraan pemerintahan yang bebas korupsi, dan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, maka seluruh perangkat daerah telah berkomitmen untuk membangun integritas, melalui penandatanganan Piagam Pembangunan Zona Integritas, sebagai bentuk kerja nyata ketiga kami dalam mewujudkan Wajo yang amanah dan bersih. Kita berharap setiap orang yang bekerja di institusi pemerintah daerah mematuhi ketentuan tersebut.

Kabupaten Wajo juga telah berhasil meningkatkan kapabilitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah atau APIP. menjadi Level 3 dan peningkatan Maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) menjadi Level 3.

Kerja nyata lainnya untuk mewujudkan Wajo Amanah dan Bersih adalah memberikan perhatian kepada pemerintah desa sebagai ujung tombak pelayanan publik, melalui peningkatan tunjangan perangkat desa, khususnya para Kepala Urusan, Kepala Seksi dan Kepala Dusun, sebesar 35,03% atau setara dengan gaji PNS golongan II/a pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun 2020.

Untuk mewujudkan Wajo Sehat, Cerdas dan Religius, Pemerintah Kabupaten Wajo telah menyediakan 5 unit oto dottoro’ beserta kelengkapannya senilai 6 miliar rupiah. Oto dottoro’ ini akan bersanding dengan Mobil Ambulance Desa yang pengadaannya dilakukan melalui ADD tahun 2018 yang lalu. Kita berharap, dengan semakin banyaknya mobil layanan yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, masalah-masalah kesehatan, khususnya yang gawat darurat, bisa kita atasi.
Selain itu, kami juga telah menyediakan 1 unit mobil Public Safety Center atau PSC senilai 408 juta rupiah, sekaligus merealisasikan pembangunan gedung PSC yang berlokasi di dekat Stadion Andi Ninnong Sengkang. Gedung ini kita harapkan mulai beroperasi tahun 2020 untuk mengendalikan operasional Oto Dottoro’ dan Ambulance Desa.

Kami juga telah melakukan revitalisasi sarana kesehatan melalui pembangunan dan pemeliharaan Rumah Sakit/ Puskesmas/Pustu dengan nilai kurang lebih 1,41 miliar rupiah. Alhamdulillah, saat ini RSUD Lamaddukkeleng dan RSUD Siwa telah mendapatkan sertifikat akreditasi dengan kategori utama.

Di unit layanan kesehatan terdepan, Puskesmas Salewangeng dan Puskesmas Belawa juga sudah berhasil meraih akreditasi paripurna. Sehingga dengan demikian, kualitas layanan kesehatan pada fasilitas tersebut bisa semakin baik. Kita tentu berharap semua puskesmas kita meraih akreditasi paripurna untuk mendukung dan melanjutkan upaya kesehatan gratis kita. Pengalokasian anggaran sebesar 20,14 miliar rupiah juga sudah kita persiapkan pada tahun 2020 ini untuk kesehatan gratis.

Wajo Cerdas ditunjukkan dengan upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas SDM kita. Kami menjalin kerjasama dengan Quantum Akhyar Institute, dengan mengutus sebanyak 14 orang untuk mengikuti training of trainer Metode At-Taisir dan kursus ulama di Bekasi. Di luar kerja sama tersebut, Quantum Akhyar juga memberikan beasiswa kepada tiga orang anak kita untuk menjalani pendidikan S1 pada salah satu perguruan tinggi di Sudan.
Insya Allah, pada tahun 2020 ini anggaran beasiswa kita sebanyak 3 miliar rupiah yang diperuntukkan kepada para mahasiswa cerdas berprestasi yang mengalami kesulitan ekonomi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Sebagai bentuk perwujudan Wajo Cerdas sekaligus Wajo Religius, kami memberikan beasiswa khusus kepada calon tokoh-tokoh agama desa sebanyak 57 orang melalui APBDes. Pada program ini, kami bekerja sama dengan Universitas Islam As’adiyah melalui jalur pendidikan formal, agar para tokoh agama desa dapat kembali ke desa asal masing-masing untuk mengabdi sebagai penyuluh, pendakwah, dan tokoh agama yang lebih berkualitas.
Wajo Religius diwujudkan melalui Gerakan Masjid Cantik (Gemantik), dengan memberikan bantuan hibah APBD Tahun 2019 sebesar 3,97 miliar rupiah kepada 45 unit masjid. Kami berharap bantuan hibah tersebut dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk mengakselerasi terwujudnya Wajo Religius.
Di samping itu, kami juga mendirikan lembaga tahfidz Al-Quran pada beberapa masjid yang tersebar di sejumlah kecamatan dengan memanfaatkan para pelatih yang telah mengikuti ToT Attaisir di Bekasi. Lembaga tahfidz ini mendidik 118 orang calon hafidz Quran.

Pemerintah daerah berkomitmen untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, sehingga arus orang, barang dan jasa dari pusat produksi ke area distribusi dapat berlangsung dengan cepat dan efisien. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk mewujudkan Wajo Maju, melalui pembangunan infrastruktur jalan kondisi mantap. Saat ini, telah dipelihara, dibangun dan ditingkatkan jalan dan jembatan sepanjang 61,1 km dan 5 unit jembatan.
Berdasarkan data sektor jalan dan jembatan dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, alokasi anggaran tahun 2019 berhasil menyentuh angka 201,54 miliar rupiah, yaitu mengalami peningkatan yang cukup signifikan sebesar 127 miliar rupiah dibanding tahun sebelumnya. Dengan demikian, total panjang jalan kabupaten dalam kondisi mantap saat ini menjadi 380 km atau sekitar 37,7% dari total jalan kabupaten.
Kondisi ini tentu masih jauh dari harapan kita, karena pada awal tahun 2019, panjang jalan kabupaten kita yang berada dalam kondisi mantap hanya 28% dari total panjang jalan kabupaten. Hal itu akan membuat usaha kita lebih keras untuk mewujudkan 1.000 km jalan mantap.

Kita bercita-cita menjadikan Wajo bermandikan cahaya dengan memasang penerangan jalan umum atau PJU sebanyak 460 titik, baik melalui APBD maupun APBN. Selain itu, kita memberikan penyertaan modal kepada PDAM sebesar 3 miliar rupiah, sehingga kita mendapatkan bantuan APBN berupa 1000 sambungan baru PDAM untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
Target kami mencetak 10.000 wirausahawan baru pada akhir masa jabatan, hingga saat ini telah terealisasi sebanyak 658 wirausahawan baru. Dukungan pemerintah daerah diwujudkan melalui penyediaan lokasi berwirausaha melalui kawasan kuliner dan cenderamata, maupun pendampingan kewirausahaan melalui berbagai kegiatan. Pemerintah pusat juga turut berpartisipasi dengan memberikan bantuan modal kepada 10 orang wirausahawan baru melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Kategori keempat kami dalam mencapai visi adalah Wajo Sejahtera, yang diwujudkan melalui Peluncuran Kawasan Pertanian Terpadu (integrated farming) di Kelurahan Uraiyang Kecamatan Majauleng. Kami menyediakan Kelurahan Uraiyang sebagai kawasan pelaksanaan sistem pertanian terpadu yang berwawasan ekologis, ekonomis dan berkesinambungan.

Kerja nyata lainnya untuk mewujudkan Wajo Sejahtera kami upayakan melalui rumah sehat untuk warga miskin. Upaya ini dilakukan dengan menyelenggarakan bedah rumah melalui Dinas Sosial serta Dinas Perumahan dan Permukiman sebanyak 230 rumah tangga. Rumah sehat untuk warga miskin mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat melalui bantuan APBN. Berdasarkan data dari Dinas Perumahan dan Permukiman, persentase rumah layak huni saat ini mencapai 95,68%, sehingga masih terdapat sekitar 4,32% rumah yang belum layak huni.

Sebagai wilayah dengan lahan pertanian yang cukup besar, maka kami mengupayakan kedaulatan pangan melalui Program Serasi: Selamatkan Rawa, Sejahterakan Petani. Program ini merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian berupa 34 unit traktor roda empat, 101 unit traktor roda dua, 43 unit pompa air, 8 unit cultivator, dan 15 unit hand sprayer. Kita juga telah melakukan penggalian untuk rehabilitasi saluran tambak sepanjang 11.080 meter, penggalian rawa ex-ornamen sepanjang 2.660 meter.
Bantuan ternak ayam kampung super untuk 3.284 rumah tangga miskin yang dibingkai dalam Program Bekerja dari Kementerian Pertanian diharapkan mampu mendorong lahirnya wirausahawan baru, sehingga berkontribusi dalam peningkatan pendapatan masyarakat.

Selain bantuan ternak, kita juga mendapatkan bantuan bagi para petani, berupa 580 paket converter kit LPG senilai 4,64 miliar rupiah. Para nelayan kita juga mendapatkan bantuan berupa 150 set alat tangkap senilai 34,9 juta rupiah, 10 unit mesin tempel senilai 46,75 juta rupiah, dan 2 unit flake machine senilai 1,45 miliar rupiah. Seluruh bantuan tersebut berdampak pada efisiensi biaya petani dan nelayan, sehingga diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.

Berdasarkan pencapaian tahun 2019 yang telah kami paparkan bersama, kami berkomitmen untuk lebih mengakselerasi pencapaian target-target pembangunan di tahun 2020 dengan komitmen GASPOLL. Komitmen ini mengartikan bahwa kami akan mengerahkan seluruh daya upaya dengan kekuatan penuh, agar capaian tahun ini mengalami peningkatan yang jauh lebih signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Kami berkomitmen pada tahun ini, melalui penandatangan Perjanjian Kinerja Perangkat Daerah Tahun 2020 yang baru saja dilaksanakan, akan merealisasikan :
1. Pembangunan, pemeliharaan dan peningkatan infrastruktur jalan dan jembatan senilai 240 miliar rupiah;
2. Pembangunan gelanggang olahraga atau GOR senilai 15 miliar rupiah;
3. Revitalisasi Pasar Tempe senilai 56 miliar rupiah, yang merupakan bantuan APBN dari Kementerian Perdagangan;
4. Pemasangan 5.000 jaringan gas rumah tangga atas dukungan dari pihak Kementerian ESDM;
5. Pemasangan 500 sambungan baru air bersih PDAM.
Selain kelima program tersebut, kami juga tetap berkomitmen untuk melanjutkan pencapaian 25 kerja nyata demi mewujudkan Pemerintah Wajo yang maju dan sejahtera.

Melalui refleksi satu tahun pemerintahan ini, diharapkan akan banyak masukan dan catatan kritis-konstruktif dari publik, yang akan menjadi bahan bagi kami dalam memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat Wajo.

Insya Allah dengan dukungan dari saudara-saudara sekalian, kami akan terus berjuang mewujudkan cita-cita masyarakat yang tertuang dalam visi dan misi pemerintahan kita.

Kami secara khusus menyampaikan ucapan terima kasih, kepada Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Wajo, kepada para unsur Forkopimda, kepada para pejabat instansi vertikal, dan segenap jajaran pemerintah daerah, atas dukungan dan kerja keras, yang telah saudara-saudara tunjukkan sekalian selama ini.

Progres yang kita raih saat ini tentunya belum memuaskan. Sehingga dibutuhkan motivasi yang lebih besar dan upaya yang lebih tekun serta sungguh-sungguh, untuk mengerahkan segala kemampuan, bekerja dan bersinergi demi mewujudkan masyarakat Wajo yang maju dan sejahtera. Ingatlah, hasil luar biasa hanya bisa dicapai dengan upaya luar biasa pula.

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk dan bimbingan kepada kita semua.

 

Andhy

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *