Mendagri Tito hadiri pelaksanaan Musrenbang Regional Kalimantan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Kalbar – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Regional Kalimantan telah digelar pada Rabu (19/2/2020). Ini merupakan kegiatan dalam rangka menyusun perencanaan pembangunan Tahun 2021, dan tahun ini Kalimantan Barat (Kalbar) sebagai tuan rumah.

Hadir pada pelaksanaan Musrenbang Regional Kalimantan tadi, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.

Dalam arahannya, Mendagri menginginkan agar perencanaan pembangunan pada 2021 prinsipnya money follow program. Disampaikan, Kalimantan adalah yang tercepat merespon perencanaan pembangunan untuk diusulkan pada 2021.

“Dalam rangkaian Musrenbang tadi, saya bersama para Gubernur se-Kalimantan atau yang mewakili melakukan penandatanganan usulan regional Kalimantan, serta penyampaian pernyataan sikap masyarakat Kalimantan yang nantinya akan disampaikan pada Musrenbang Nasional 2021,” ujar Mendagri Tito Karnavian.

Lanjutnya, “Alhamdulillah saya berkesempatan bisa hadir langsung dalam pembukaan Musrenbang yang diselenggarakan di Pendopo Rumah Jabatan Gubernur Kalbar, Pontianak.”

Pada kesempatan ini, saya atas nama Pemerintah Provinsi dan masyarakat Kaltara menyampaikan sejumlah usulan revitalisasi dan percepatan di Kaltara.

Menurut Tito, ada 4 fokus usulan yang dikedepankan. Yakni, infrastruktur, ketahanan energi, lingkungan hidup, dan sumber daya manusia (SDM).

Untuk fokus usulan infrastruktur, dibagi kedalam 8 usulan. Yang terdiri dari, pembangunan dan preservasi jalan perbatasan dengan 1 deskripsi program, pembangunan dan preservasi jalan Trans Kalimantan (1 program), perpanjangan runway Bandara (4 program), pembangunan base transceiver station (2 program), pembangunan jalan akses menuju perbatasan (3 program), pembangunan KIPI (1 program), pembangunan KBM (1 program), dan pengembangan kawasan perbatasan (4 program).

Selanjutnya, bidang ketahanan energi, dibagi kedalam 3 fokus usulan. Yaitu, pengembangan energi baru terbarukan (6 program), pemenuhan kebutuhan energi (2 program), dan pembangunan saluran udara tegangan tinggi (1 program).

Lalu, untuk lingkungan hidup dibagi dalam 7 fokus usulan. Yakni, kebakaran hutan (1 program), restorasi gambut (1 program), indeks tutupan lahan (2 program), pencemaran lingkungan (1 program), mitigasi perubahan iklim (3 program), pelestarian pesisir dan laut (1 program), dan pembangunan kawasan minapolitan.

Terakhir, soal sumber daya manusia yang dibagi kedalam 9 fokus usulan. Antar lain, pemerataan pelayanan kesehatan dasar dan rujukan (1 program), peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat ( 1 program), penanganan stunting (2 program), peningkatan kualitas pendidikan dan tenaga kependidikan (1 program), pemenuhan SPM di bidang pendidikan (1 program), peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja (1 program), peningkatan dan Pengembangan Kemitraan Sertifikasi Keahlian Tenaga Kerja (1 program) , pemberdayaan masyarakat sekitar hutan (1 program), dan peningkatan akses perguruan tinggi (1 program).

(Hms gubernur kaltara)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *