Pungli dana insentif dan lembur, Kepala BPKAD Siantar dituntut 1,5 Tahun Penjara

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan – Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan Daerah Pematang Siantar Ir. Adiaksa Dian Sasman Purba MM (51) dituntut 1,5 tahun penjara karena terbukti bersalah melakukan pungli uang insentif ASN dan Tenaga Harian Lepas (THL) Pemko Siantar.

Menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hendri Edison dan Agustin dalam persidangan di Ruang Cakra-4 PN Medan, Kamis (20/2/2001), terdakwa Adiyaksa bersama Bendahara Pengeluaran Erni Zendrato ( berkas terpisah), secara bersama-sama, tanpa hak, memaksa seseorang memberikan sesuatu untuk keuntungan pribadinya.

Selain tuntut hukuman kurungan, dalam persidangan dipimpin hakim ketua Jarihat Simarmata itu, terdakwa juga dituntut denda Rp 50juta, bila tak dibayar diganti dengan dua bulan kurungan.

Terdakwa melanggar Pasal 11 UU No 31 tahun 1999, sebagaimana dirubah dengan UU No 20 tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1e KUHPidana.

Mengutip dakwaan, peristiwanya, Juli 2019 di Kantor BPKAD Siantar, Kepala BPKAD Siantar Ir. Adiaksa Dian Sasman Purba MM (51) dan Bendahara Pengeluaran Erni Zendrato memerintahkan dan menyuruh para bawahan untuk.melakukan pungli dana insentif dan uang lembur ASN dan Tenaga Harian Lepas (THL) Pemko Siantar.

Dalam APBD TA 2019 Siantar, dianggarkan berupa Alat Tulis Kantor (ATK), Makan Minum Kegiatan dan Belanja Modal, dan dari dana-dana tersebut termasuk dana insentif Pemungutan Pajak Daerah dan uang lembur yang dibayarkan pertriwulan.

Sebelum pencairan, terdakwa mengadakan rapat dengan para kepala bidang dan memerintahkan seluruh kepala bidang, apabila dana-dana itu cair agar dipotong 15 persen dan disetor kepada terdakwa melalui bendahara pengeluaran Erni Zendrato.

Menurut jaksa, jumlah penerima dana insentif 2019 sebanyak 134 orang . Pejabat 4 orang, ASN 95 orang; Tenaga Harian Lepas (THL) 35 orang. Kemudian terdakwa Erni mengumpulkan dana dan diserahkan kepada terdakwa Adiaksa. Total uang dikutip sebesar Rp. 566.693.801,

Usai persidangan JPU Hendri Edison mengatakan, terdakwa Erni Zendrato akan menjalani sidang tuntutan pada Kamis pekan depan,” untuk terdakwa Erni, akan dituntut pekan depan,” ujarnya kepada awak media.

 

 

Reporter : ZH

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *