Polres Jakut sita jutaan butir obat tanpa ijin edar, satu orang ditangkap

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jakarta – Sat Res Narkoba Polres Metro Jakarta Utara berhasil tangkap seorang tersangka Laki Laki berinisial ZK (55) dan menyita jutaan butir obat penenang tanpa adanya Ijin edar dan tidak memenuhi standar di salah satu rumah kawasan Kampung Mangga Tugu Koja Jakarta Utara pada Rabu (18/02/2020) lalu.

Saat gelar konferensi pers di Lt.2 Loby Mapolres Metro Jakarta Utara, Jum’at (21/02/2020), Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, Jutaan butir Obat yang diperjual belikan tersangka ZK, merupakan salah satu jenis obat yang di konsumsi juga oleh Artis Transgender LL.

“Kalau lihat obat ini, pasti ingat LL,” ujar Yusri.

Yusri mengatakan, kejadian tersebut terungkap atas adanya informasi dari masyarakat, yang sudah lama mencurigai seseorang, yang kerap melakukan jual beli obat tanpa ijin, di salah satu rumah kawasan Kampung Mangga Tugu Koja Jakarta Utara.

Merespon laporan masyarakat tersebut, segera di tindak lanjuti Sat Res Narkoba Polres Metro Jakarta Utara, dan berhasil mengamankan seorang Tersangka ZK di kediamannya, dan saat di geledah, Polisi menemukan dua jenis obat Sebanyak 84 kotak yang berisi sekitar 2.016.000 butir Hexymer.

Satu kotak Hexymer isinya 1.000 butir,” kata Yusri.

Kemudian Polisi menemukan lagi jenis obat Trihexyphenidyl sekitar 3.750 strip. “Satu strip 10 butir,” tambahnya

Yusri mengatakan Jutaan butir obat tersebut masih di dalami, apakah memang asli atau memang di buat sendiri, nanti di cek di Laboratorium dahulu,” ujarnya.

“Kita masih mendalami pengakuan dari ZK, dia sudah bekerja seperti ini sekitar 2 sampai 3 tahun, kita masih mengejar pelaku yang mendistribusi, karena berdasarkan pengakuan ZK, bisa sekitar 2 kali dalam seminggu, pelaku itu datang mendistribusi obat ini, dan ini sudah berjalan sekitar hampir 3 tahun.

“Tersangka ZK dipersangkakan dengan UU No 36 Tahun 2009 tentang kesehatan Pasal 197 Jo Pasal 196 dengan ancaman paling lama 15 tahun penjara dan denda 1,5 Miliar,” pungkas Yusri.

(Muklis)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *