Heboh, Beredar Vidio Kepala Inspektorat Halteng hitung uang dari Pjs. Desa Sakam

  • Whatsapp
Kepala Inspektorat Halmahera Tengah, Abdullah Yusuf saat menghitung uang dari Pjs Desa Sakam.

MITRAPOL.com, Maluku Utara – Kepala Inspektorat Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Abdullah Yusuf diduga terlibat dalam kasus uang Masjid Desa Sakam, Patani Timur, Minggu (23/2/2020).

Didalam sebuah Vidio yang berdurasi hingga 09:47 menit, terlihat jelas Abdullah sedang menghitung uang dari Pjs Desa Sakam, Mulyadi Soentpiet sebesar Rp 30 juta.

Transaksi uang tersebut dilakukan pada Kamis (2/1/2020) pukul 22.01 wit (Malam), bertempat di perumahan kilo 100, kediaman Abdullah sendiri.

Saksi yang hadir pada malam itu yakni, Pjs Desa Sakam, Mantan Kades Sakam bersama istri, Ketua BPD Sakam dan satu orang Anggotanya.

Abdullah saat di konfirmasi lewat via Whatsapp membenarkan bahwa saat itu dirinya tengah memfasilitasi mantan Kades Sakam, Fakir bersama Pjs Mulyadi mengenai hutang piutang pembangunan Masjid yang bermasalah.

Mantan Kepala Desa Salam, Fakir bersama istrinya.

“Menjelang tahun baru Kades nonaktif datang lapor ke saya bahwa Pjs tidak bayar utang Masjid malah ke Ternate. Menurut info yang Kades nonaktif sampaikn, rombongan mau belanja khubah Masjid. Padahal khubah masjid ini tidak ada dalam APBDesa tahun 2019,” kata Abdullah.

“Beberapa hari kemudian, Kades nonaktif datang sampaikan bahwa keluarganya mau palang Masjid supaya mereka tidak bisa sholat Jumat. Saya bilang ke Fakir sabar. Disitulah terjadinya pertemuan malam itu. Makanya malam itu juga diselesaikan pembayarnya biar aman,” sambungnya.

Ditanya soal bukti utang piutang yang dilakukan masyarakat Sakam ke Fakir, Abdullah menjawab, “Detailnya saya belum lihat, tapi ada catatan, contohnya upah kerja. Menurut Fakir, untuk finishing lantai satu, beliau bayar tukang dari Jawa kurang lebih Rp 80 juta, itu dibenarkn oleh semua yang hadir”.

Tak hanya itu, ketika dikonfirmasi soal pembuatan LPJ yang akan dia buat, kata Abdullah, itu tidak akan ia lakukan sebab menyalahi aturan.

Bukti transaksi uang antara Mantan Kades dan Pjs Sakam di rumah Kepala Inspektorat Halteng.

“Itu dong yang minta, tapi masa saya mo bkin (Itu Pjs yang meminta, tapi masa saya mau buat LPJnya-red). Sebab kebijakannyakan salah, tidak sesuai ketentuan,” ungkap Abdullah.

“Masalah Sakam ini banyak versi, maka rencananya saya mau turunkan tim audit investigasi, termasuk menghitung masjid, kemudian aliran dananya. Sehingga tau siapa yang tanggungjawab. Jadi tunggu audit supaya hasilnya dibawa ke Polisi,” katanya.

Sementara Pjs Wahyudi mengatakan, sebelum uang Masjid Rp 30 juta rupiah diserahkan ke Fakir, Abdullah meyakini dirinya bahwa akan membantunya dalam hal ini membuat LPJ.

“Kami berani kasih uang itu kepada Fakir karena Kepala Inspektorat mengaku mau bantu kami buat laporannya. Kenapa sekarang dia bilang tidak mau bantu, berarti saya ini di bodohi,” sesalnya.

 

 

Red

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *