Pjs Desa Sakam diduga diperas Mantan Kades, Nama Kepala Inspektorat Halteng dibawa-bawa

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Maluku Utara – Penjabat Sementara (Pjs) Desa Sakam, Kecamatan Patani Timur, Halmahera Tengah (Halteng), Mulyadi Soenpiet, terpaksa harus membuat Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) fiktif, Sabtu (22/2/2020).

LPJ fiktif Ini dikarenakan dana pembangunan Masjid sebesar Rp 40 juta rupiah yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) diduga dirampas oleh mantan Kepala Desa (Kades) Sakam, Fakir.

Dikisahkan oleh Mulyadi (Pjs), pada tahun 2014 hingga 2018, Fakir (Mantan) menggunakan uang pribadinya kurang lebih sebesar Rp 90 juta rupiah untuk membangun Masjid Sakam.

Akan tetapi, setelah Fakir dinonaktifkan sebagai Kades pada bulan November 2019 dan dilanjutkan oleh Mulyadi, ia meminta agar uang tersebut dikembalikan oleh masyarakat Sakam. Alasannya hutang Desa.

“Jadi pada tahun 2019 dari hasil musyawarah, kami sepakat menganggarkan uang Rp 40 juta untuk rehab Masjid. Itu dari ADD tahap 3. Saat kami melakukan pencairan, Fakir minta uang itu. Alasannya hutang desa,” tutur Mulyadi, Senin (10/2/2020) kemarin.

“Kalau ada hutang desa sama Fakir, mana buktinya. Kalaupun ada hutang, tidak boleh pakai uang Rp 40 juta ini, nanti kami cari solusi lain. Kalau uang ini sudah di ambil, kami mau bangun Masjid pake apa, dan mau buat pertanggungjawaban seperti apa. Sebab uangnya sudah di ambil sama mantan Kades,” sambungnya.

Lanjut Mulyadi, sebelum dirinya menyerahkan uang itu kepada Fakir, ia didesak oleh Kepala Inspektorat Halteng, Abdullah Yusuf. Bahkan Mulyadi diyakini oleh Abdullah untuk membantunya dalam hal ini membuat LPJ.

“Torang di telepon oleh Kepala Inspektorat untuk datang bayar hutang itu, tapi tidak boleh bawa orang lain. Dia bilang ganti saja, nanti kita cari solusi untuk buat pertanggungjawabanya. Akhirnya kami berani kasi uang itu,” katanya.

Sembari menambahkan, “Ketika uang itu kami serahkan sama Fakir di rumah Kepala Inspektorat, dia (Abdullah-red) suruh kami lagi untuk cari uang Rp 30 juta supaya hutang ini lunas. Kalau tidak Masjid akan di bongkar”.

Dihari yang bersamaan, mantan Kades Sakam, Fakir saat didatangi Mitrapol, mengaku bahwa Masjid tersebut dia bangun dengan ikhlas menggunakan uang pribadinya pada saat ia masih menjabat.

“Masjid itu dibangun pakai modal usaha kami. Dulu kami masih jaya. Waktu saya menjabat, itu belum bisa di anggarkan untuk pembangunan Masjid. Sekarang sudah bisa di anggarkan,” ngakunya.

“Jadi waktu itu keikhlasan saya sama mereka untuk bangun Masjid. Mestinya saya punya, dan saya kasih ke mereka,” gumam Fakir.

Untuk diketahui, Pjs Desa Sakam, Mulyadi bersama perangkatnya pernah di ancam oleh salah satu oknum anggota Buser asal Tobelo. Informasi yang dihimpun Mitrapol, Buser tersebut diperintahkan oleh Fakir, untuk menagih hutang.

Tak hanya itu, didalam sebuah rekaman, mantan Kades Sakam, Fakir ternyata memiliki niat untuk menjadikan Pjs Mulyadi sebagai tumbal dalam permasalahan utang Masjid tersebut.

“Ada rekaman telepon, mantan Kades dia bilang mau jadikan saya tempat untuk dia memancing,” singkat Pjs.

Kemudian, ada sebuah Video yang didalamnya Kepala Inspektorat Halteng, Abdullah sedang memediasi mantan Kades dan Pjs Desa Sakam bersama perangkatnya. Terlihat Abdullah sedang menghitung uang.

 

 

Red

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *