SAR perluas pencarian korban tenggelam di Perairan Kiluan Tanggamus

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Tanggamus – Pencarian Marsid (35) korban tenggelam di perairan teluk Kiluan Kabupaten Tanggamus hingga hari kedua belum membuahkan hasil.

Untuk itu, tim memperluas jangkauan pencarian dengan membagi titik menjadi 3 SRU dengan harapan segera menemukannya.

Danpos SAR Tanggamus Heri Ansoni mengatakan Tim SAR melanjutkan pencarian pada Minggu, 24 Februari 2019 dengan membagi 3 SRU terdiri dari Area 1 (Luas Area 24.8 NM), Area 2 (Luas Area 35.4 NM) dan Area 3 (Luas Area 45.8 NM).

“Dari 3 area tersebut, terdapat masing-masing 5 koordinat yang akan di jelajahi oleh tim pencari,” kata Heri Ansoni melalui Whatsapp Pribadinya, Minggu (23/02/2020) siang.

Lanjutnya, hingga siang ini kondisi cuaca cerah sangat mendukung pencarian dengan gelombang sekitar 0.5 -1 meter.

“Cuaca cerah, mudah-mudah tim gabungan dapat segera menemukan korban,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan seorang warga Pekon Kiluan Kecamatan Kelumbayan Kabupaten Tanggamus bernama Marsid Bin Rubai (35) dilaporkan tenggelam di laut teluk setempat, Sabtu (22/02/2020) pagi.

Berdasarkan data SAR Tanggamus, koordinat dugaannya tenggelam pada 05°47’1.2″ S , 105°04’26.30″ E. Atau 30.81nm/radial 123.16° garis lurus dari Pos SAR Tanggamus.

Atas laporan itu, Polsek Limau Polres Tanggamus segera melaksanakan koordinasi bersama Danramil Cukuh Balak, Kakon, Camat, Danramil Cukuh Balak, Danpos AL Kiluan, Basarnas dan UPT Kesehatan serta mengerahkan masyarakat nelayan guna pencarian.

Menurut Kapolsek Limau AKP Ichwan Hadi mengungkapkan, laporan tenggelamnya korban berdasarkan keterangan Rusdi selaku Kadus 4 Pekon Kiluan, bahwa korban pergi memancing berangkat pukul 05.00 Wib, namun sekitar pukul 08.00 Wib perahu korban ditemukan oleh saksi sudah tidak berpenumpang.

“Saksi tersebut bernama Radi (29), melihat perahu korban, tetapi orangnya tidak ada, sehinggamenghubungi aparat pekon dan pihak keluarga,” ungkap AKP Ichwan.

Lanjutnya, bahwa informasi ini sebagai laporan pendahuluan adanya nelayan pancing tenggelam di laut teluk kiluan dan pada saat ini pihak terkait bersama masyarakat setempat masih melakukan pencarian.

Kemudian berdasarkan keterangan dari Kadus Rusdi, bahwa korban menggalami gangguan penyakit epilepsi sehingga dugaan berpotensinya korban tenggelam sangat besar.

 

 

Reporter : Deni Andestia

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *