Cabut laporan polisi untuk Jumras, Gubernur Sulsel: Tidak ada sedikit pun rasa dendam di dalam hati saya

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Makassar – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Prof HM Nurdin Abdullah memaafkan dan mencabut laporan kepolisian eks Kepala Biro Pembangunan Pemerintah Sulsel Jumras.

Pertemuan Jumras dengan Prof HM Nurdin Abdullah berlangsung di Rumah Jabatan Gubernur, Selasa (25/2/2020) pagi. Ini pertemuan untuk pertama kali setelah sidang Hak Angket DPRD Sulsel tahun 2019 lalu.

Jumras tidak mampu menahan air mata ketika bertemu dan memeluk Prof Nurdin Abdullah. Kejadian ini disaksikan Sekda Sulsel Dr Abdul Hayat, kuasa hukum Nurdin Abdullah, dan penyidik Polrestabes Makassar.

Jumras dilapor ke Polrestabes Makassar setelah memberi pernyataan tidak benar di hadapan sidang Panitia Hak Angket DPRR tentang dana kampanye Rp 10 miliar yang diterima Prof NA dari pengusaha.

Jumras mencabut pernyataannya itu dan menyatakan keterangannya di depan sidang Panitia Hak Angket DPRD Sulsel diakui tidak benar.

“Saya mohon maaf atas kesalahan saya Pak,” ucapnya.

Atas permintaan maaf Jumras itu, Prof HM Nurdin Abdullah mengatakan, dirinya hanya melindungi rakyat.

“Tidak usah minta maaf. Allah saja pemaaf. Tidak ada sedikit pun rasa dendam di dalam hati saya,” tuturnya.

Sebagai gubernur, Prof Nurdin Abdullah menjelaskan, tidak mungkin menghukum Jumras sebagai rakyatnya. Sebagai pimpinan, katanya, tidak pernah mengajarkan bawahan tentang hal-hal yang menyimpang.

“Tiap ketemu saya ini Jumras membawa daftar isian proyek dan saya selalu bilang kerja profesional. Tidak pernah saya arahkan untuk memenangkan orang-orang tertentu. Tidak ada kewenangan saya tentukan proyek,” tegas Nurdin Abdullah.

Begitu Besar Hatinya Pak Gubernur, Jumras, mengakui, begitu besar hati yang dimiliki Gubernur Sulsel Prof NA, karena sudah mau menerima dirinya.

“Saya meneteskan air mata karena begitu besar hatinya Pak Gub (Nurdin Abdullah) untuk menerima dan memaafkan saya,” tutur Jumras, di Rujab Gubernur.

Kedatangan Jumras setelah Polrestabes Makassar menetapkan dirinya sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencemaran nama baik Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah.

Diketahui, Jumras ditetapkan tersangka karena menuding Nurdin Abdullah menerima uang Rp 10 miliar dari pengusaha untuk biaya pemenangan Pilgub 2018. Keterangan tersebut dilontarkan Jumras saat menjadi saksi dalam sidang hak angket yang digelar DPRD Sulsel, pada Juni 2019.

Jumras berharap dengan kebesaran hati Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, semoga lebih sehat dan dapat menjalankan amanah dengan baik sebagai orang nomor satu di Sulsel.

“Semoga ke depannya beliau (Nurdin Abdullah) sehat-sehat selalu untuk melaksanakan tugasnya lebih baik sebagai Gubernur,” ucap Jumras.

 

(Muh Ali /Hms)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *