Tgk Ahmad Razak terus bangkitkan semangat para Aneuk Syuhada Aceh Indonesia

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Aceh Timur – Tgk Ahmad Razak telah melihat dan mendengar ada banyak  keluhan anak yatim syuhada yang saat ini belum mendapatkan perhatian dari pemerintah Aceh, sejak Aceh dilanda konflik.

“Bahkan sampai hari ini,” ujar Tgk Ahmad Razak kepada awak media Sabtu 22 February 2020

Tgk Ahmad Razak salah satu Mantan sesepuh pejuang Aceh Merdeka (AM) sejak 1976, ia juga sebagai mantan panglima Gam Daerah II Simpang Ulim Aceh Timur.

Tgk Ahmad Razak terus memberikan semangat kepada segenap anak syuhada Aceh yang tergabung dalam Barisan Aneuk Syuhada Aceh Indonesia (BASAI)

“Alahay Neuk Beek Taduek Lee, Beudoeh Saree Bela Bansa, Beek Tatakoet Keu Darah Hilee, Adak Pih matee Poma Ka rela.

Dalam bahasa Indonesia artinya, “Wahai anakku jangan lagi duduk melamun. Bangkitlah bersama membela Bangsa, Jangan takut darah mengalir, Walaupun kamu mati ibunda sudah Rela.” Ungkap Ahmad Razak dengan syair yang penuh makna.

“Alai Hay Doe Kudoe dak Idi, Boeh Gadong Di Kayee Rimba, Rayeek Gata Hay Banta Saidi Beudoeh Prang Sabi Jak Bela Bansa”

“Wahai buah hatiku, bagaikan buah di rimba raya, jika engkau sudah besar bangkit dan majulah dalam perang sabillillah demi untuk membela bangsa.” tutur Tgk Ahmada Razak.

Menurutnya, audah 15 tahun Aceh damai pasca konflik dan dengan berbagai aliran dana bantuan baik dari pusat dan Daerah namun para anak Yatim korban konflik Aceh tidak mendapatkan apapun.

“Buktinya sampai hari Ini tidak membuat anak syuhada Aceh sejahtera,” sebutnya.

Lanjut dia, “Banyak sekali dana dari otonomi khusus (otsus) yang diberika ke provinsi Aceh dan juga DPRA harus menggarkan ke Badan Reintegrasi Aceh (BRA), jika DPRA tidak menganggarkan, untuk apa juga lembaga BRA ditentukan, jika sudah di anggarkan kemana dibawa anggaran nya? Kenapa tidak disalurkan kepada anak syuhada.?” Tanya Ahmad Razak.

Oleh karena itu, Tgk Ahmad Razak meminta pemerintah Aceh untuk tidak lagi membawa nama Aneuk Syuhada dan janda Aceh korban konflik. Jika hanya semua itu untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya.

“Kita tau bahwa selama ini banyak bantuan untuk korban konflik Aceh dan anak Syuhada, tapi tidak tepat sasaran, bantuan tersebut hanya diberikan untuk orang orang itu saja. Ke depannya kita berharap jangan lagi bantuan disalurkan kepada kroni atau kelompoknya saja,” demikian kata Ahmad Razak.

(Reporter: Zul Aceh)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *