Polres Nabire olah TKP kasus tewasnya sopir truk dianiaya massa

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Nabire – Satuan Reskrim Polres Nabire melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) Tindak Pidana Secara Bersama – sama melakukan kekerasan terhadap orang dan barang yang mengakibatkan korban meninggal dunia, Dogiyai, Rabu (26/02/2020) pukul 16.30 WIT.

Penanganan kasus ini berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/01-A/II/2020/Sek-kamu tanggal 23 Februari 2020.

Pada hari dan tanggal terebut di atas, pukul 16.00 wit, anggota Satuan Reskrim Polres Nabire tiba di Mapolsek Kamu, Pukul 16.30 wit, selanjutnya anggota melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) Tindak Pidana Secara Bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang dan barang yang mengakibatkan korban meninggal dunia yang terjadi pada hari Minggu tanggal 23 Februari 2020 sekitar pukul 13.17 wit di Jalan Trans Nabire-Enarotali tepatnya di Kampung Ekimani Distrik Kamu Utara Kabupaten Dogiyai.

Adapun barang bukti yang diamankan di TKP sebagai berikut yaitu, 11 buah batu, 2 buah kayu buah, 1 buah serpihan kaca mobl truck, 1 buah besi kaca spion truck.

Identitas korban meninggal dunia seorang sopir truk lintas Nabire – Paniai, Yus Yunus (25), laki-laki, alamat Smoker Kelurahan Sriwini Nabire.

Adapun Langkah kepolisian dalam melakukan Olah TKP yakni meminta keterangan saksi, melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait kasus tersebut.

Sementara kasus tersebut telah ditangani oleh Satuan Reksrim Polres Nabire.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, SH mengatakan, saat ini penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap 11 orang saksi yang sebagian merupakan anggota Polri yang saat itu mendatangi TKP kasus kecelakaan.

“Saat ini para pelaku masih dilakukan pengejaran oleh anggota kami dilapangan. Selain itu, Polda Papua saat ini juga telah menurunkan tim untuk melakukan klarifikasi terkait kejadian tersebut untuk mencari fakta-fakta yang terjadi di lapangan.

“Pasca kejadian tersebut saat ini situasi di Distrik Kamu Kabupaten Dogiyai aman dan kondusif.

“Para pelaku dapat dijerat dengan pasal sebagaimana dimaksud dalam Primair Pasal 170 Ayat (2) Ke-3 KUHP Subsidar Pasal 351 Ayat (3) KUH Pidana, yaitu tentang Tindak Pidana Secara Bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang dan barang yang mengakibatkan korban meninggal dunia dengan ancaman hukuman penjara paling lama 7 tahun, ” tutup Kabid Humas.

 

(Reporter: OL)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *