Bapak Presiden, Kapolri, dan Panglima TNI!!! Rumah kami dibakar massa, Kami minta keadilan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Nabire – Merasa tidak ada wujud perhatian Pemerintah setempat, Pemilik rumah di bakar massa belum lama ini di kampung Bumi wonorejo, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire- Papua Meminta Perhatian Serius kepada Presiden Jokowi, Kapolri dan Panglima TNI.

Diketahui sebelumnya keluhan Korban yang telah di langsir melalui pemberitaan di media Online MITRAPOL.com pada (23/02/2020) yang di sebutkan “Kisah Tragis dialami tiga warga kampung Wonorejo, yakni Supu, Brigadir. Habibi (anggota Polres Paniai), dan Serda. Syarifuddin (Babinsa Distrik Yamor, Kodim 1804/Kaimana), rumah mereka menjadi korban amukan massa. Diketahui bahwa ketiga korban tersebut berdomisili di Kampung Bumi Wonorejo, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire – Papua.

Ketiga korban tersebut diketahui merupakan serumpun keluarga yang menyampaikan bahwa tidak terimah rumahnya di bakar massa pada Sabtu 25 Januari 2020 di Kampung Bumi Wionorejo, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire – Papua.

Ketiga Korban Kepada MITRAPOL mengeluhkan, ”Siapa yang bertanggung jawab atas kejadian ini, dan kemana Kami untuk mendapatkan Keadilan?

Serda. Syarifuddin Babinsa Yamor di sebut salah satu korban pemilik rumah yang di bakar massa menuturkan kronologis kejadian pembakaran tersebut yang dilakukan oleh sekelompok massa belum lama ini, menjelaskan bahwa pada Sabtu, 25 Januari 2020 sekitar pukul 15.00 WIB (jam 3 sore) ada sebuah mobil Inova mengejar dua (2) orang masyarakat yang berboncengan menggunakan kendaraan sepeda motor jelas Syarifuddin.

“Tepat di depan rumah kami, lanjut saksi. Saksi melihat ada tim yang tidak dikenal turun dari mobil Inova tersebut dengan bersenjata lengkap, namun menggunakan baju preman dan mengejar dua orang laki – laki yang sedang berboncengan di atas sepeda motor,” ungkap saksi.

“Setelah itu, sejauh -+ 50 meter terdengar bunyi tembakan, dan Tim bersenjata yang tidak di kenalinya tersebut berhasil melumpuhkan 1 orang. setelah tim tersebut mau pergi membawa 1 korban, tiba-tiba Ban mobil Inova yang di gunakan oleh tim bersenjata tersebut masuk parit (selokan air) dan akhirnya tim tersebut berupaya mendorong mobil inova tersebut, namun tim tersebut kesulitan untuk mengeluarkan Mobinya dari Parit.

“Disaat tim tersebut kesulitan untuk mengeluarkan mobilnya dari parit, tim tersebut meminta bantuan kepada saudara Supu (Sala satu korban rumahnya dibakar massa) dan menyuruh ambil tali di rumahnya Supu.

“Setelah itu saudara Supu memberikan tali dan langsung di ambil oleh tim tersebut dan tim tersebut berhasil menarik mobil Inova yang tadinya jatu di parit dengan bantuan mobil truk lainnya.

Selanjutnya tim bersenjata yang tidak di kenalinya tersebut dengan menggunakan mobil Inova langsung jalan membawa korban buruanya pergi.

“Tidak lama kemudian sejumlah masa datang berkumpul di depan rumah Supu, dan spontan menyerbu sekaligus melempari batu kearah milik Supu dan rumah kami. Saat itu juga masa berteriak sambil bertanya “siapa yang memberi bantuan tali untuk bantu tim bersenjata yang menggunakan mobil inova”. tak puas masa terus melancarkan lemparan batu ke arah rumah para koban, dan masa semakin bringas lalu melakukan pembakaran terhadap tiga 3 unit rumah milik para koban,” tutur Serda Syarifuddin.

Menurut korban Serda Syarifudin (disebut juga saksi mata) menyebutkan, total dua (2) rumah hangus terbakar, dan satu unit rumah terbakar separu (tidak layak untuk di tinggali).

“Adapun kendaraan yang ikut terbakar saat kejadian tersebut sebanyak 6 buah kendaraan roda dua (motor) yaitu, 2 unit motor Fario, 1 unit motor Tiger, 1 unit Motor dinas TNI, 1 unit Motor CRF, 1 unit motor Yupier. Dan 1 unit motor Mio. Maka itu, kerugian yang kami alami baik rumah beserta isihnya dan kendaraan di perkirakan -+ 1 Miliar Rupiah,” tutur saksi dengan nada sedih.

Adapun nama korban pemilik rumah yang di bakar massa, 1 unit rumah milik saudara Supu, 1 unit rumah milik anggota Polres Paniai Brigadir. Habibi, 1 unit rumah milik Anggota TNI. Serda Syarifuddin Babinsa Distrik Yamor, Kodim 1804/Kaimana.

Serda Syarifudin mengungkapkan, kami sudah menyurati Bupati Nabire, Kapolres Nabire, Dandim 1705/Paniai yang ada di Nabire, bahkan kami juga sudah menyurati Kapolda Papua, dan Pangdam Cenderawasih namun sampai saat ini belum juga mendapatkan jawaban atau kepastian. atas Nasip yang kami alami.

Untuk Pemerintah Daerah Kebupaten Nabire melalui Wakil Bupati Nabire Amirullah Hasyim yang juga selaku Ketua Kerukunan Sulawesi Selatan (KKSS) dan juga kepada Kapolres Nabire serta Dandim 1705/Paniai Sudah dua kali ke tempat kejadian perkara (TKP), bahkan kami pihak korban telah menyampaikan keluhan kami dimana ada dua (2) poin permintaan yang kami sampaikan sejak awal kejadian yaitu,

Poin pertama, tolong diselesaikan masalah ini, pertemukan kami sebagai korban dengan pihak pelaku yangmembakar rumah kami atau pihak kepala Suku yang terkait, hal ini bertujuan supaya ada penyelesaian guna menjamin keamanan keluarga kami, sebab sampai saat ini kami selalu di teror oleh pihak – pihak yang di duga pelaku pembakaran tersebut.

“Poin kedua (2) Siapa yang bertanggung jawab atas kerugian yang kami alami yang di akhibat oleh insiden tersebut?,” harap Serda. Syarifudin.

Hal senada yang disampaikan korban selaku pemilik Rumah yang ikut terbakar dalam insiden tersebut Brigadir. Habibi mengatakan, ”Upaya koordinasih yang kami lakukan kepada pihak terkait, sampai saat ini tidak kunjung ada jawaban. maka itu, Siapa yang bertanggung jawab atas kerugian materi yang kami alami, dan harus kemana kami mendapatkan keadilan ?, ” ujar Brigadir Habibi dengan nada sedih.

Di kediamannya pada Sabtu 29 Februari 2020 Serda. Syarifudin bersama keluarganya kepada awak media menyampaikan, bahwa sampai saat ini belum ada perhatian serius dari pemerintah setempat, maka itu, dalam kesempatan ini Kami Memohon kepada bapak Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Kapolri dan Panglima TNI agar bisa mendengar keluhan kami sebagai Korban rumah kami di bakar massa yang tidak kunjung ada perhatian serius dari Pemerintah daerah setempat,” harap Syarifudin.

 

(Reporter: OL)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *