Masyarakat NTT kecewa atas penghentian kasus Ansel

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jakarta -Gabungan beberapa elemen masyarakat yang tergabung dalam Garda NTT menggelar gerakan aksi Seribu Lilin for Ancel, di depan Istana Merdeka Jakarta, Sabtu (28/2/2020).

Yons Ebiet Marlin Bato, Ketua Garda NTT mengatakan,”Telah terjadi ketidak adilan hukum, sepertinya telah dibajak sekelompok tertentu, dan ketimpangan dihadapan kita, sehingga rasa kemanusiaan dan keadilan dirobek oleh kekuatan dan kepentingan sekelompok kaum borjuis.

Pada tanggal 21 Febuari 2020, Polda NTT mengumumkan penghentian penanganan kasus dugaan pembunuhan Anselmus Wora seorang ASN pada Dinas Perhubungan Kabupaten Ende, Provinsi NTT yang ditemukan mati secara tidak wajar diduga akibat dbunuh pada tanggal 31 Oktober 2019.

Langkah Polda NTT penghentian perkara (SP3) ini bertolak belakang dengan hasil otopsi korban sebagai mana terulang didalam visum namun tidak sesuai dengan fakta dengan alasan korban terkena serangan jantung dan memberhentikam kasus ini atas dasar kejanggalan mendesak beberapa tuntutan meminta keadilan dan menutaskan kasus ini karena kasus ini benar benar melukai rasa keadilan.

Masyarakat NTT meminta Mabes Polri mencopot Kapolres Ende AKBP Achmad muzayin dan kapolda NTT Irjen pol H. Hamidin karena tidak mampu  menuntaskankasus ini dan
meminta Presiden Joko Widodo memberi atensi terkait kasus kematian Ansel yang merobek rasa keadilan masyarakat NTT.

 

 

Reporter : Desy

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *