Bona Taon ke – 8 Kesatuan Marga Nainggolan – Siregar, Labuan Carita sekitarnya

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang – Perayaan Pesta Bona Taon ke-8, sekaligus syukuran Tahun Baru Punguan Nainggolan-Siregar Boru, Bere dohot Ibebere Sekota Labuan-Carita sekitarnya dilaksanakan di Lippo Kondominium Selatan, desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang Banten, Minggu (01/03/2020).

Pesta Bona Taon dan Syukuran Tahun Baru ini mengambil Thema, Angkup Ni. Saroha ma hamu saluhutna, dapanghilalaan,angka namarholong ni roha didongan,na serep!(1 Petrus 3:8): dan akhirnya hendaklah kamu seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati. Sub Thema: Ikkon saroha ma hita mangula siulaon,marsiurupan maradophon donganta jolma dibagas holong ni Tuhan (Harus sehati kita melakukan sesuatu,saling membantu terhadap sesama dalam nama Tuhan).

Dina Marbun selaku pembawa acara membacakan firman Tuhan yang menunjukkan dan mengarahkan kekompakan dalam satu hati, saling membantu dan selalu dalam atas nama Tuhan.

Setelah acara ibadah selesai dilanjutkan dengan pemotongan Kue untuk memperingati 8 Tahun Punguan Nainggolan-Siregar, Boru, Bere dohot Ibebere Labuan-Carita dan sekitarnya, yang dilanjutkan kata sambutan dari Ketua Panitia, Ketua Punguan, Penasehat.

Penasehat Punguan yang sering dipanggil Bapak Yohannes menerangkan ke Mitrapol.com, bahwa punguan Nainggolan-Siregar sangat diharapkan dengan acara ulang tahun Bona Taon semakin terbentuknya kekompakan, kepedulian terhadap sesama umumnya dan terhadap punguan Nainggolan-Siregar Labuan-Carita sekitarnya khususnya,bilamana ada keluarga yang ingin bergabung dengan punguan Nainggolan-Siregar yang merasa dilabuan-Carita Punguan selalu menerima saudara kami untuk dapat berpartisipasi sehingga semakin dekat persaudaraan.

Tambah pak Yohanes, Punguan Nainggolan-Siregar ini sudah dari dulu terikat satu padan dari nenek-moyang kita dan tidak bisa terpisahkan.

Pepatah Batak mengatakan, paparnya lagi,”Hata do siingoton”, yang artinya ucapan atau janji seseoranglah yang diingat dan dipegang teguh. Selain itu, pepatah lain mengatakan: “Togu ihot ni uhum, tumoguan ihot ni padan”, yang bermakna kuat ikatan hukum, lebih kuat ikatan janji.

Karena kata adalah janji, orang menjadi sangat hati-hati untuk mengikat janji dengan orang lain. Konsekuensi ikatan janji bisa turun temurun hingga beberapa generasi. Itu sebabnya orang Batak dewasa ini banyak yang terikat janji yang dibuat oleh nenek moyang mereka di masa lalu, banyak anggota marga tertentu terikat janji dengan anggota marga lain karena janji nenek moyang di masa lalu,yah seperti kami Nainggolan-Siregar, tuturnya.

Berbagai acara hiburan dan nyanyian serta manortor oleh anak-anak dari Punguan Nainggolan-Siregar Boru,Bere,Ibebere Labuan-Carita sekitarnya.Diwaktu siang ada makan bersama sambil dihibur dengan penyanyi-penyanyi berbakat membuat suasana lebih semarak.

Dalam acara ulang tahun Bona Taon Punguan Nainggolan-Siregar Boru, Bere, Ibebere merupakan pembentukan suatu kepedulian dalam satuan marga yang dimana mempererat saling pedulinya dari pada turunan nenek-moyang dalam adat Suku Batak.

 

 

Reporter : Royen Siregar.

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *