Lakalantas berujung penganiayaan, Kapolda Papua tinjau langsung TKP 

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Nabire – Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw mendatangi lokasi kejadian kasus kecelakaan lalulintas yang berujung penganiayaan terhadap korban almarhum Yus Yunus. Minggu, (01/03/2020)

Pada Pukul 07.00 WIT, Kapolda beserta rombongan take off dari bandara Mozes Kilangin menuju Bandara Monamani Kabupaten Dogiyai menggunakan pesawat Airfast Indonesia PK-OCJ.

Kapolda Papua dan rombongan tiba di Bandara Monamani Kabupaten Dogiyai pada pukul 08.18 WIT disambut oleh Bupati Dogiyai, Bupati Nabire, Kapolres Nabire, Kapolres Paniai, Kapolres Deiyai dan Forkopimda selanjutnya menuju ke TKP kasus penganiayaan terhadap supir truk.

Selanjutnya pada Pukul 08.30 WIT, Kapolda Papua tiba di TKP penganiayaan supir truk dan menerima penjelasan kronologis dan upaya-upaya yang telah dilakukan oleh anggota Polres Nabire bersama anggota Mapolsek Kamu.

Kasat Lantas Polres Nabire secara singkat menyampaikan kronologis kejadian kecelakaan ganda yang terjadi pada hari Minggu, 23 Februari 2020 dimana sepeda motor yang dikendarai saudara Demianus Mote melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Dogiyai menuju Distrik Kamu Utara kemudian menabrak Babi sehingga korban tidak dapat mengendalikan motornya dan oleng ke kanan lalu tersrempet bemper mobil truk yang dikemudikan saudara Yus Yunus dari arah berlawanan sehingga mengakibatkan saudara Demianus Mote meninggal di tempat kejadian.

Sementara saudara Yus Yunus memberhentikan kendaraanya dan meminta bantuan menggukan radio mobil kepada rekannya an. Risman dan melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Kamu hingga pada Pukul 12.20 WIT, selanjutnya anggota Polsek Kamu mendatangi TKP.

“Dari hasil olah TKP menunjukkan bahwa masing-masing kendaraan dalam kecepatan tinggi dan berupaya saling menghindar melihat bekas rem mobil truk sepanjang 28 Meter, posisi kendaraan mobil dari titik tabrakan sepanjang 31.70 meter berada diluar badan jalan sebelah kiri dari arah kendaraan dan posisi motor dari titik tabrakan berjarak 14.20 meter berada diatas badan jalan kiri arah Paniai.

Penyampaian Wakapolsek Kamu dan Danpos Brimob, saat mendatangi TKP, kami secara bersamaan mobil Patroli Polsek dan mobil Brimob menerobos masuk melewati rumput-rumput dimana jalan ke TKP sudah dipalang dan dijaga masyarakat banyak.

Setelah itu, kami berupaya untuk melindungi supir truk tersebut dimana posisi supir berada dipinggir jalan dan sudah dikerumuni massa yang sangat banyak, kami berupaya mengevakuasi supir ke dalam mobil patroli namun dengan situasi massa yang mulai brutal sehingga supir truk tersebut terseret dari dalam mobil, sehingga kami memberikan tembakan peringatan sesuai perintah Wakapolsek dan situasi massa semakin brutal.

 

Kami melihat massa sudah tidak takut dengan senjata dan mereka berupaya mendatangi anggota brimob yang membawa senjata laras panjang, selanjutnya saya memerintahkan agar anggota menjauh dari masyarakat karena kami melihat massa menggunakan sajam parang dan besi panjang.

Setelah supir truk dikeroyok hingga terjatuh kemudian massa membubarkan diri dan kami meminta bantuan untuk menyiapkan mobil ambulance untuk mengevakuasi korban Sdr. Demianus Mote ke Puskesmas namun dari pihak keluarga dibawa kediamannya, selanjutnya mengevakuasi korban supir truk ke dalam mobil Patroli untuk dibawa ke puskesmas.

Pada kesempatan tersebut, Kapolda Papua menyampaikan, terkait kecelakaan kecelakaan ganda ini perlu dilakukan Converence Pers oleh Bupati Dogiyai, Bupati Nabire, Wakil Bupati Dogiyai dan Kapolres Nabire guna menyampaikan secara langsung fakta kejadian yang sebenarnya.

Terhadap para anggota yang mendatangi TKP akan dilakukan pemeriksaan oleh Propam karena adanya korban jiwa dan akan dilakukan pemeriksaan apakah selama berada di TKP sudah sesuai SOP atau belum. Kepada Kasat Lantas agar melakukan penyelidikan dan penyidikan begitupula dengan Sat Reskrim. Kematian Saudara Yus Yunus sudah diterima oleh pihak keluarga dan meminta kepada pihak kepolisian agar kasus ini diusut tuntas sesuai hukum yang berlaku.

Pada Pukul 09.00 WIT, Kapolda Papua bersama Bupati Dogiyai, Bupati Nabire melaksanakan doorstop bersama para wartawan.

Pada kesempatan tersebut Bupati Dogiyai menyampaikan, “Saya sangat tidak setuju akan berita yang sedang viral bahwa kematian babi dibalas dengan kematian orang dan statmen itu tidak benar, kejadian ini merupakan kriminalitas yang dapat diproses secara hukum

“Saya berharap kepada masyarakat di Kabupaten Dogiyai agar tetap tenang, karena masalah yang seperti ini sudah biasa kita hadapi dan pasti ada solusinya. oleh karena itu, kita minta supaya kondisi keamanan dapat dijaga bersama-sama. Saya rasa perlunya pendekatan sosial dan secara budaya karena pemahaman untuk masyarakat umum Dogiyai agar mereka memahami apa yang terjadi dan langkah-langkah yang akan diambil agar kejadian ini tidak terulang kembali.

“Kehadiran Bapak Kapolda Papua disini menunjukkan bahwa kita serius dalam menanggapi dan menyelesaikan masalah, oleh karena itu kepada pihak korban percayakan pada Pemerintah dan Kepolisian dalam menangani permasalahan ini.

Selanjutnya Bupati Nabire Isaias Douw mengatakan, Situasi pasca kejadian saat ini telah aman dan kondusif dan kami meminta kepada masyarakat untuk tetap menjaga situasi ini tetap aman sehingga kita dapat melakukan aktifitas seperti biasa dan jangan mudah terprovokasi oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab yang memanfaatkan situasi ini.

Kapolda Papua kembali menyampaikan, “Empati saya kepada semua pihak korban yang ditinggalkan kami turut berduka cita dan semoga keluaga yag ditinggalkan tetap kuat serta berserah kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Saya didampingi Bupati Dogyai, Bupati Nabire Kapolres Nabire serta stakeholder yang ada telah melihat secara langsung TKP dan menerima penjelasan terkait kejadian ini yang mana faktanya adalah telah terjadi kecelakaan ganda dimana korban sepeda motor dengan kecepatan tinggi telah menabrak babi dengan jarak kurang lebih 12 meter dan berupaya menghindar, kemudian dari arah berlawanan terdapat truk kecepatan tinggi sehingga tersenggol dan terseret Kurang lebih 12 meter.

Siapapun tidak bisa menghindar melihat situasi jalan yang menurun dan sepi sehingga pengendara dominan kecepatan tinggi.

Perhatian kami agar membuat rambu-rambu jalan guna mengurangi kecepatannya sehingga kecelakaan seperti ini tidak terulang kembali dan saya minta kepada para personel dilapangan agar bekerja untuk mencari fakta-fakta hukum.

Kasus ini kita akan terus dalami sehingga menjadi terang fakta hukum yang terjadi dilapangan. Kami meminta kepada semua pihak untuk tetap menahan diri dan tidak mudah terprovakasi oleh orang-orang yang akan memanfaatkan situasi ini.

“Situasi saat ini sudah aman dan kondusif dan pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan dan penyidikan secara profesional untuk mendapatkan fakta-fakta atau bukti-bukti yang terjadi sebenarnya,” tutup Kapolda.

 

 

Reporter: OL

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *