Foluaha Lazira: Tujuh Kecamatan di Pulau-pulau Batu miliki potensi besar tapi masyarakat hanya jadi penonton

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Nias Selatan – Musrenbang Tujuh Kecamatan yang berada di wilayah Kepulauan Batu, kabupaten Nias Selatan provinsi Sumatera Utara, dilaksanakan di Aula Paroki Katolik pulau Telo kecamatan Pulau-pulau Batu, Senin, (02/3).

Acara tersebut dihadiri oleh Asisten yaitu Gayus Duha yang mewakili bupati Nias Selatan dan beberapa petinggi lainnya bersama beberapa orang staf yang ikut dalam rombongan, Anggota DPRD Dapil 6, para camat sekepulauan Pulau-pulau Batu bersama unsur muspika, Tokoh masyarakat, para BPD sekepulauan Pulau-pulau Batu, para kepala desa defenitif sekepulauan Pulau-pulau Batu dan para undangan.

Dalam sambutannya Camat PP Batu Cornelius Wau, S. Sos yang mewakili para Camat wilayah Kepulauan Batu menyebutkan sarana transportasi Laut merupakan kebutuhan utama di kepulauan Batu. “Kebutuhan yang sangat signifikan dan menjadi skala proritas diwilayah kepulauan Batu adalah sarana transportasi,” ungkapnya.

Lain halnya dengan Foluaha Lazira tokoh masyarakat kepulauan batu yang juga eks ASN yang pernah menjabat Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Nias Selatan itu dalam sambutannya mengharapkan melalui Musrenbang semua kebutuhan masyarakat kepulauan dapat terwujudkan bukan hanya berada diatas kertas putih.

Selain itu Lazira menyampaikan wilayah kepulauan Batu merupakan daerah wisata yang hanya dinikmati orang asing sementara masyarakat kepulauan hanya jadi penonton.

Untuk itu lazira berharap kepada pemerintah melalui Dinas Pariwisata dapat menggali potensi pariwisata kepulauan agar dapat dinikmati masyarakat. Selain itu Lazira juga menyinggung hasil hutan yang hanya dinikmati oleh perusahaan namun masyarakat kepulauan batu menjadi penonton.

Lazira sangat mengharapkan pemerintah menggali potensi kehutanan kepulauan Batu untuk dijadikan kesejahteraan masyarakat. Ia juga menyentil gaji guru honor yang sangat minim. Tak lupa menyinggung kelangkaan BBM baru baru ini yang membuat harga BBM melonjak tinggi. Lazira berharap pemerintah dapat mengantisipasi kelangkaan BBM diwilayah kepulauan batu demi kesejahteraan masyarakat dikepulauan itu.

Melki anggota DPRD dari dapil 6 wilayah kepulauan yang mewakili lembaga DPRD kabupaten Nias Selatan menyebutkan bahwa kepulauan Batu merupakan Dapil yang sangat sedikit mendapat anggaran dibandingkan dengan dapil lainnya yang ada dikabupaten Nias Selatan.

Untuk itu ia mengharapkan agar apa yang menjadi hasil Musrenbang ini dapat terealisasi bukan hanya diatas kertas. Berbagai kebutuhan kepulauan batu diberbagai segment teritama pembangunan gedung sekolah dan infrastruktur jalan dapat menjadi skala prioritas pembangunan. Namun Melki juga menyadari keterbatasan anggaran daerah merupakan kendala percepatan pembangunan dikepulauan itu.

Asisten Pemerintahan kabupaten Nias Selatan Gayus Duha yang mewakili Bupati Nias Selatan pada saat membuka acara Musrenbang mengharapkan kiranya Musrenbang ini dapat terlaksana dengan baik dan menghasilkan usulan yang menjadi skala proritas pembangunan wilayah kepulauan batu sehingga dapat menjawab berbagai kebutuhan masyarakatnya.

 

 

Reporter : Emanuel B

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *