Kembangkan Komoditas Mete, Pemkab Bulur tandatangani MoU dengan Investor Belanda

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Buton Utara – Kepala Pemerintahan Tanah Lipu Tinadea Kono Sara Buton Utara Abu Hasan menerima Investor asal Belanda, sekaligus menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) guna Pengembangan Komoditas Mete Buton Utara.

Penandatanganan MoU antara pemda butur dengan PT NUTS2 Exportir Mete asal Belanda ini disaksikan langsung oleh Kepala Sub Direktorat Koperasi dan UMKM, Direktorat Pengembangan Ekonomi Lokal, Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal Rosmeri Raplima Sinaga, Kemendes PDTT, Johannes Bintoro Erry Maduseno, Kepala Seksi Koperasi pada Subdit Koperasi dan UMKM, Utama Graha Maulana, Analis Investasi dan Permodalan pada Subdit Koperasi dan UMKM, Andriza Syarifuddin, CEO PT Nusa Berdaya, Pekik Warnendya, Export Director PT Nusa Berdaya.

Investor asal belanda Floris Graziosi, PT NUTS2 Cashew Expert selaku pihak pertama dan Pemda Butur selaku pihak kedua. Mantan Karo Humas Sultra, mengatakan pemerintah daerah akan berupaya semaksimal mungkin membangun mitra bisnis dengan pihak asing untuk memasarkan ke luar negeri produk-produk organik unggulan butur salah satunya mete dengan tujuan untuk mensejahterakan dan meningkatkan taraf hidup dan mengurangi kesenjangan sosial.

“Luas komoditas mente butur kurang lebih 7 ribu hektar are (ha) yang mana hasil panen selama ini hanya di jual dipasaran lokal yang memang sudah bernilai ekonomis tapi belum maksimal,” paparnya.

Manfaat kerjasama dengan pihak asing agar komoditas lokal dijual ke luar negeri sehingga produk-produk unggulan daerah akan dikenal baik itu produk dibidang perikanan kelautan, produk dibidang pertanian dan perkebunan, ujarnya di Aula Kantor Bapeda butur pada, Kamis 28 Februari 2020.

“Kita ingin komoditas unggulan dijual ke luar negeri apakah itu pangan beras, kelapa apakah itu Jambu Monyet (Mete) agar memiliki skala ekonomi yang tinggi,“ tegasnya.

“Kesempatan ini jangan disia-siakan harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya bumdes harus hidup sebagai tonggak dan basis ekonomi mandiri perdesaan”.

Ketua DPD-PDIP Sultra ini berharap agar bumdes dikelola oleh orang yang berjiwa entrepreneurship (wirausaha) memiliki orientasi laba untuk kepentingan bumdes dan berdaya guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

 

Reporter : David Wiridin

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *