Polisi gelar rekonstruksi kasus pembunuhan, ternyata ini penyebab suami bunuh istrinya sendiri

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Nias Selatan – Polsek Lahusa menggelar rekonstruksi atau reka adegan kasus tindak pidana pembunuhan yang dilakukan seorang n suami terhadap istrinya sendiri dengan korban Yuniman Amazihono Als Ina Zefri dan tindak pidana Penganiayaan terhadap korban Nitilisa Harefa Als Ina Wati yang dilakukan oleh tersangka Aliziduhu Nakhe Als Ama Zefri.

Rekonstruksi digelar di Aula kantor Reskrim Polres Nias Selatan provinsi Sumatera Utara, Jl. Muhammad Hatta Nomor 1, Pasar Telukdalam, Rabu, (04/3/2020).

Peristiwa penganiayaan dan pembunuhan itu terjadi pada hari Senin tanggal 03 Februari 2020 sekira pukul 20.20 Wib di Desa Hiliabolata kecamatan Lahusa, kabupaten Nias Selatan.

Adegan rekonstruksi ini dipandu oleh Bripka Eltiferi Dachi Kanit Reskrim Polsek Lahusa selaku Penyidik Pembantu yang diketahui oleh Kapolsek Lahusa Edward Hasibuan, SH, dan disaksikan langsung oleh Kasi Pidum Kejari Telukdalam Ris Sigiro dan jaksa Sesilia Sembiring.

Para Peraga terdiri dari Aliziduhu Nakhe Als Ama Zefri diperankan sendiri oleh Tersangka, Teheziduhu Amazihono Als Ama Wati diperankan sendiri oleh saksi (saksi I), Aldianus Amazihono Als Aldi diperankan sendiri oleh saksi (saksi II), Fisimawati Amazihono Als Fisi diperankan sendiri oleh saksi (saksi III), Nitilisa Harefa Als Ina Wati diperankan sendiri oleh saksi (saksi IV), Ikhtiar Amazihono Als Ama Ewin diperankan sendiri oleh saksi (saksi V), dan Yuniman Amazihono Als Ina Zefri (almarhum) diperankan oleh Pemeran Pengganti.

Dalam Skenario Adegan rekonstruksi sebanyak 16 adegan tersebut, tampak peragaan adegan yang diperankan oleh Tersangka hanya gara-gara cekcok mulut, tersangka tega merampas nyawa Korban yakni isterinya sendiri.

Di mana Pada hari Sernin (03/2) sekira pukul 20.20 Wib Nitilisa Harefa Als Ina Wati mertua Tersangka sedang duduk dibangku teras rumahnya menghadap ketimur sedangkan Yuniman Amazihono Als Ina Zefri berdiri dekat pintu disebelah kiri Nitilisa Harefa.

Tiba-tiba datang Tersangka duduk berhadapan arah kedua orang itu dan berkata “Ho Ina Jefri, paman kita yang baru menikah itu telah meninggal, ayo kita pergi kesana bersama dengan anak-anak untuk melihatnya”.

Namun korban tidak menjawabnya, selanjutnya korban masuk kedalam rumah disusul Nitilisa Harefa Als Ina Wati meninggalkan Tersangka sendirian diteras.

Tak lama kemudian Tersangka pergi meninggalkan rumah tersebut pergi ke rumahnya. Di rumahnya Tersangka mengambil sebilah pisau dan diselipkan dipingganya sebelah kiri dan kembali ke rumah mertuanya.

Sesampai di rumah mertuanya Tersangka duduk dibangku teras disamping Teheziduhu Amazihono mertunya. Tak lama Fisimawati dating dari dalam rumah dan duduk dibangku yang berhadapan dengan tersangka yang sedang duduk disamping mertuanya laki-laki.

Selang waktu kemudian datang Aldianus duduk disebelah Fisimawati sambil bermain Handphone. Kepada mereka, Tersangka menjelaskan kedatangannya menjemput anak-anaknya terserah isterinya ikut atau tidak. Teheziduhu Amazihono tak melarangnya tapi menyarankan agar cucunya makan dulu sebelum dibawa oleh tersangka.

Namun tanggapan Tersangka tak linier terhadap Teheziduhu Amazihono dan berkata: “Kalau saya mau ambil anak-anak malam ini sampai dimana rupanya”. Tak mau ribut, Teheziduhu Amazihono meninggalkan Tersangka dan masuk kedalam rumah disusul oleh Aldianus Amazihono.

Tak lama kemudian korban keluar dari dalam kamar menemui suaminya diteras dan berdiri disebelah kiri Fisimawati Amazihono. Tersangka bertanya kepada Korban “Jadi nggak kamu pergi” Korban menjawab “Saya tidak mau pergi” dan selanjutnya terjadi cekcok antara suami isteri itu.

Karena emosi, Tersangka meninju pipi kiri Korban dan Korban jatuh terduduk dibangku. Melihat hal itu Fisimawati teriak memanggil Aldianus. Korban berdiri kembali sedangkan Tersangka mencabut pisau, dengan tangan kiri Tersangka pegang kerah baju Korban sambil menarik kebawah lalu Tersangka menikam bagiang punggung sebelah kiri Korban sebanyak satu kali.

Teheziduhu Amazihono diikuti Aldianus berlarian menuju teras menahan tangan Tersangka dari belakang dan Nitilisa Harefa datang memegang tangan kiri Tersangka dambil membungkuk memohon-mohon.

Tersangka berusaha melepaskan pegangan hingga melukai kepala bagian belakang dan bagian depan Nitilisa Harefa.. akhirnya Korban berhasil lepas dari tangan Tersangka, dan tersangka didorong hingga jatuh kelantai. Datang Ikhtiar Amazihono melepas pisau dari tangan Tersangka.

Kemudian Ikhtiar Amazihono menarik dan membawa Tersangka ke rumahnya. Selanjutnya Aldianus bersama warga lainnya melarikan Korban Nitilisa Harefa dan Yuniman Amazihono ke puskesmas terdekat dengan mengendarai sepeda motor. Akhirnya nyawa Korban Yuniman Amazihono tak tertolong.

(Reporter: Emanuel B.)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *