Oknum pegawai kantor Camat Weda Timur diduga jadi mafia beras

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Maluku Utara – Penyelewengan beras bantuan sepertinya sedang marak di Kota Weda, Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) akibat adanya mafia beras yang diduga dilakukan oleh oknum pegawai Kecamatan Weda Timur.

Adalah pegawai berinisial BZH alias Ami, yang diduga melakukan penyelewengan beras bantuan untuk para Janda dan Fakir miskin di Kota Weda.

Beras tersebut pada awalnya disalurkan tepat sasaran. Namun kini berubah tujuan, sehingga beras tersebut dijual ke beberapa kios di Weda dengan harga Rp 100 hingga Rp 120 ribu per karung dengan berat timbangan 10 kilo gram (Kg).

Dari hasil Investigasi sejumlah media belum lama ini, mendapatkan berbagai pengakuan bahwa, beras tersebut dijual oleh Ami dengan harga Rp 120 per karung bermerek Bola Emas (Bomas).

“Kami beli sama Ami yang kerja di kantor Camat Weda Timur, harganya Rp 120 ribu per karung. Sebenarnya dia mau jual Rp 124 ribu, tapi kami tawar. Kami tidak tau beras ini dari mana,” kata salah satu pedagang yang enggan diberitakan namanya, Rabu (4/3/2020).

Terpisah, seorang narasumber terpercaya media ini mengaku, awalnya Ami pernah mengatakan bahwa beras itu diperuntukkan untuk Janda dan Anak yatim.

“Ami itu penyalur beras bantuan. Karena sebelumnya beberapa bulan kemarin itu tersalur kepada yang berhak menerima. Tapi 3 atau 4 kali itu beras di jual ke kioas-kios dengan harga 100 ribu per sak. 1 sak itu 10 Kg,” ungkapnya.

“Ami pernah mengaku kalau beras itu adalah beras bantuan. Pernah juga ada yang tegur kami pada saat saya mau pergi jual beras itu. Katanya jangan dijual, nanti kita di marahi kalau ditau masyarakat,” sambungnya.

Sementara Ami saat dikonfirmasi mengatakan, dirinya tak tau pasti soal beras yang pernah dia salurkan. Dia juga mengaku tak pernah menjual beras bantuan.

“Saya tidak tau. Kalau bantuan itu Dinas Sosial. Saya tidak tau, soalnya di kantor camat tidak ada bantuan itu. Bantuan itu biasa dari Dinas Sosial, saya kan bukan disitu,” gumam Ami.

Kepala Dinas Sosial, Salmun Saha saat di konfirmasi, mengaku bahwa Program Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) dari Kemensos tak ada yang bermerek Bola Mas (Bomas).

“Di tahun 2020 ini penyaluran BPNT belum dilakukan. Tapi di 2019 sudah kami lakukan, dan itu tepat sasaran. Kemudian kalau beras bantuan dari Kemensos, tak ada yang merek Bomas. Jadi kami tidak tau beras yang di salurkan Ami itu bantuan dari mana,” katanya.

Salmun berharap kepada masyarakat Halteng untuk tidak sembarangan menerima beras yang tidak jelas asal-usulnya. Apalagi mengatasnamakan Dinas Sosial.

Perlu diketahui, dari hasil penelusuran, cara penyaluran beras dari Ami ke Kios-kios menggunakan mobil Zuzuki Ignis warna hitam dengan Nomor Polisi DG 1139 SA. Nama pemilik Nurfatimah.

Saat dikonfirmasi, Fatimah langsung berang dan mengancam akan melaporkan para Wartawan ke Polisi.

“Siapa yang suruh kamu, jangan sampai saya lapor kamu di kantor Polisi. Kamu mau apa dengan saudara saya (Ami-red). Kamu mau tanya bantuan apa. Telepon Polisi tangkap anak ini,” ancam Fatima. (Tim)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *