Pekerja khawatir dengan PHK sepihak dan minimnya pencegahan corona di lingkungan kerja

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jakarta – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menggelar Konferensi Pers terkait rencana aksi 50 ribu buruh bersamaan dengan Sidang Paripurna DPR RI tanggal 23 Maret 2020 dan serentak di 20 provinsi yang lain.

Dalam kegiatan yang digelar Kamis, (5/3/2020) di Hotel Mega Proklamasi, Kec Menteng, Jakarta Pusat ini, KSPI menyatakan sikap masyarakat Indonesia dapat mengalami kecemasan dengan aksi tersebut.

Acara dihadiri narasumber diantaranya Said Ikbal Ketua KSPI, Roro Handayani ketua umum Indosat, Abdul Gofur Ketua Serikat Kerja Antara, Wira presiden aspek Indonesia, Joko Ketua Umum SPM Kemenko, Bambang Suryono perusahaan pertambangan.

Terkait perekonomian, Roro katakan yang terjadi di Indosat baru baru ini PHK bagi Indosat bukan merupakan hal yang baru namun sat ini terpaksa melakukan perlawanan karena menejemen sangat menyakitkan dan mengecewakan tidak melalui step perundang undangan serikat tenaga kerja.

“ketika ada pengurangan tenaga kerja yang seharusnya duduk bersama dan berunding sebelumnya namun untuk saat ini tidak ada yang disoroti dimana mekanisme tidak sesuai Undang undang melindungi serikat pekerja tapi seluruhnya itu dilangkahi ini sangat mengecewakann dilakukannya PHK masal semena mena diduga ada sesuatu dibalik ini yang merugikan pekerja dimana rnegurangan pekerja namun digantikan tenaga kerja asing yang tidak berkontribusi dengan gaji yang fantastis beda dengan yang pekerja yang telah di PHk pekerja Indonesia,” ingin Roro.

Lanjutnya, “Kalo cara PHK ini diteruskan maka tidak akan ada lagi perlindungan untuk serikat buruh Indonesia kedepannya akan terjadi kematian serikat pekerja bila ini dibiarkan. Diharapkan pula Kementrian Tenaga Kerja harus merespons secara cepat masalah ini, jangan tidak memandang hak- hak asasi manusia,” tutupnya

Dalam agenda penutup para buruh Para pekerja mengungkapkan pada media bahwasanya para medis dan perawat khawatir terkait penyebaran penyakit wabah corona yang sudah masuk ke Indonesia namun alat perlindungan diri juga belum ada di lingkungan kerjanya.

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *