Bahas pencalonan Ahmad Mubarok jadi Ketua Umum Partai Demokrat, FKPD lakukan kosolidasi

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jakarta – Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat (FKPD) kembali melalukan konsolidasi. Setelah menggelar pertemuan pertama pada Jumat 6 Maret lalu, FKPD mengadakan pertemuan ke 2 Senin (9/3) di Hotel Santika, TMII, Jakarta Timur.

Dalam pertemuan ini terdapat beberapa pandangan dan masukan dari para anggota FKPD.

Pandangan disampaikan Prof. Subur Budhisantoso yang mengatakan, FKPD merupakan wadah untuk saling berkomunikasi, silaturahmumi, dan menjaga kekompakan pendiri dan deklarator Partai Demokrat.

Disamping itu, FKPD juga membahas agar Partai Demokrat lebih maju, memelihara dan membesarkan Partai baik di dalam maupun di luar Partai.

Prof Subur berharap pengurus Partai punya kesantunan pada senior atau pendiri.

Pendiri Partai Demokrat Hencky Luntungan yang juga hadir dalam pertermuan itu, dalam rilis persnya Selasa (10/3) kepada awak media menyampaikan,

Selain dirinya, hadir dalam pertemuan tersebut diantaranya; Prof Ahmad Mubarok, Prof Subur Budhisantoso, Etty Manduapessy, Max Sopacua, Bahaudin Tonti, Ahmad Alydrus, Sahat Sohombing, Joko Suhanda, Muhamad Sukri, Anton Rifai, Imam Sigit, Israwan, Nanang Sutrisna dan lain-lain.

Sementara itu, Prof Ahmad Mubarok seperti dikatakan Hencky, meminta semua kader Partai Demokrat agar tidak saling menjatuhkan. “Kita sebagai FKPD bersikap yang umum demi memajukan partai Demokrat kedepannya,” ujar Mubarok.

Menurut Hencky Luntungan, dalam pertemuan juga sempat terjadi pembahasan agar Prof. Ahmad Mubarok diusung kembali menjadi calon Ketua umum kembali dalam Kongres ke IV nanti.

“Terjadi pembahasan juga mengusung kembali Prof Ahmad Mubarok jadi calon Ketua Umum Partai Demokrat. Hal ini dilakukan karena banyak anggapan jika SBY selama memimpin partai Demokrat terjadi kemunduran. Itu terbukti perolehan suara partai yang terus menurun pada dua periode Pemilu ini,” pungkas Hencky Luntungan.

 

 

Red

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *