Perkara suap Walikota Medan, Para saksi yakin “Uang Suap” bukan untuk Samsul Fitri

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan – Sidang perkara suap walikota Medan atas nama terdakwa Samsul Fitri (38) dilanjutkan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (9/3/2020) dengan agenda pemeriksaan 12 saksi, yakni para kadis dan pejabat eselon Ii Pemko Medan.

Dalam persidangan dipimpin hakim ketua Abdul Azis, para saksi dicecar seputar pemberian suap kepada Eldin, melalui terdakwa Samsul Fitri secara bertahap dan berkelanjutan total Rp 2,1 miliar.

Menjawab pertanyaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK Zainal Abidin, para saksi mengakui terlebih dahulu dihubungi terdakwa jika walikota minta dukungan dana. Kemudian dana  dijemput oleh ajudan  Andika Suhartono.

Dalam.persidangan, para saksi meyakini jika uang yang diminta Samsul Fitri, benar untuk keperluan kegiatan walikota. Dan uang itu diberikan sebagai sikap loyal para saksi kepada walikota.

Sebanyak 12 saksi yang diperiksa antara lain, Khairunnisa Mozasa Kadis Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat , Edliaty kadis Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) dan.M. Husni kadis Kebersihan dan Pertamanan

Kemudian, Dammikrot Kadis Perdagangan, Edwin Effendi Kadis Kesehatan, Benny Iskandar kadis Perkim dan Emilia Lubis kadis Ketahanan Pangan, Abdul Johan sekretaris Dinas Pendidikan dan Suherman Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah .

Giliran pertanyaan dari tim Penasihat Hukum (PH) terdakwa, Advokat Pranoto dkk hanya meminta kepastian dari para saksi tentang uang suap itu, untuk terdakwa Samsul Fitri atau untuk walikota. Para saksi berkeyakinan uang itu untuk sang walikota.

Usai pemeriksaan para saksi, majelis hakim.menunda persidangan hingga Senin pekan depan denga.agenda mendengar keterangan saksi.

Sesuai dakwaan, Samsul Fitri (38) Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Protokol Bagian Umum Sekretariat Daerah Pemko Medan didakwa sebagai perantara penerima suap.

Terdakwa dipercaya Walikota Medan nonaktif Dzulmi Eldin untuk mengurus anggaran kegiatan walikota, baik yang dianggarkan dalam APBD maupun anggaran non APBD.

Disebutkan, sejumlah uang yang disetorkan Samsul Fitri dari kutipan para kepala dinas/ pejabat eselon II, di Pemko Medan totalnya Rp2,1 miliar lebih.

Uang itu  dari Isa Ansyari selaku Kadis PU Pemko Medan dan Benny Iskandar selaku Kadis Perkim. Suherman, selaku Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD),  Iswar S selaku Kadis Perhubungan.

Pemberian uang untuk mendukung kegiatan Walikota, antara lain acara Apeksi di Tarakan Kalimantan Utara, Juli 2018 dan menghadiri acara Program Sister City di Kota Ichikawa Jepang, Juli 2019.

Biaya untuk menghadiri kedua acara itu lebih besar dibanding dana yang dikeluarkan dari APBD. Ujungnya, sesuai perintah Walikota, terdakwa pun meminta uang dukungan kepada para Kadis dan Pejabat Eselon II Pemko Medan.

 

 

 

Reporter : ZH

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *