Gubernur Irianto: Pembangunan tiga pasar baru di Kaltara dimulai tahun ini

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Tanjung Selor – Dalam rangka menumbuhkan ekonomi masyarakat, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) akan membangun tiga pasar di lokasi yang berbeda.

Ketiga pasar yang akan dimulai pembangunannya tahun ini tersebut, antara lain di Tanjung Palas dan Pulau Bunyu Kabupaten Bulungan, serta satu di Sebatik, Kabupaten Nunukan, berupa Toko Indonesia.

Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie mengungkapkan, pembangunan ketiga pasar ini juga sebagai jawaban aspirasi dari masyarakat yang menginginkan adanya fasilitas pasar yang representatif.

“Di Tanjung Palas dan Bunyu sebenarnya sudah ada pasar. Namun kondisinya sudah tidak memadahi. Dengan kita bangunkan pasar yang baru ini, diharapkan akan semakin menumbuhkan ekonomi di daerah tersebut,” kata Irianto.

 

Dijelaskan, pasar merupakan pusat kegiatan jual beli atau transaksi dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat. Untuk itu, keberadaan pasar merupakan aspek penting dalam kehidupan masyarakat.

Dikatakan, terkait pembangunan Toko Indonesia di Sebatik, merupakan tindak lanjut dari kunjungannya ke Sebatik beberapa waktu lalu. Selain akan dijadikan sebagai pusat transaksi warga, keberadaannya nanti juga untuk mencegah dominasi barang asal Malaysia di wilayah perbatasan tersebut.

Mendampingi Gubernur, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan, Koperasi (Disperindakop) dan UKM Kaltara Hartono menjelaskan, dari tiga pasar yang dibangun memiliki kosntruksi yang berbeda-beda.

Hartono mencontohkan, Pasar Tanjung Palas yang akan dibangun di pinggir Jalan Trans Kalimantan didesain sebagai pasar modern. Sementara di Bunyu, merupakan pasar tradisional dan di Sebatik dengan konsep Toko Indonesia.

“Desainnya sudah ada. Namun masih akan dibahas lebih lanjut, mengingat atas arahan dari Kementerian Perdagangan meminta agar setiap pembangunan pasar wajib memenuhi aspek yang dipersyaratkan. Seperti tersedianya ruang terbuka hijau, hingga taman. Sehingga tidak semua lokasi pasar digunakan untuk berjualan,” ujar mantan Kabag Humas DPRD Nunukan ini.

Orang nomor satu dilingkup Disperindagkop dan UKM Kaltara ini menjelaskann, untuk pembangunan pasar ini diperkirakan akan membutuhkan dana puluhan miliar rupiah. Sehingga pengerjaannya dilakukan secara bertahap.

“Pembangunannya untuk tahap I kita mulai tahun ini. Bulan ini sudah mulai tahap lelang. Alokasi anggarannya masing-masing Rp 4 miliar dari APBD 2020. Terkait lahan, semua dari masyarakat yang telah menghibahkan tanahnya untuk membangun fasilitas publik ini,” imbuhnya.

Bangun Rumah Garam

Selain Pasar, Pemprov Kaltara melalui Disperindagkop dan UKM tahun ini juga akan membangun Rumah Garam di Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan. Rumah yang berfungsi untuk memproduksi garam gunung itu, merupakan upaya Pemprov Kaltara membantu mengembangkan produk garam gunung yang ada di Kecamatan Krayan.

“Garam gunung merupakan salah satu komoditi yang bisa diandalkan di daerah tersebut. Apalagi ini langka, atau jarang ada di daerah lain. Sehingga sangat potensial untuk dikembangkan,” jelas Hartono.

Rumah garam yang akan didirikan di atas lahan yang juga merupakan hibah dari masyarakat itu, akan dibangun dengan anggaran sebesar Rp 4,5 miliar dari APBD Kaltara.

“Bukan sekedar rumah produksi, dalam Rumah Garam ini nantnya juga ada rumah tinggal pekerja hingga showroom atau tempat penjualan produk Garam Gunung,” imbuhnya.

(Reporter : Agustian/Yuspal/hms)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *