Proyek anggaran 2020 di Kabupaten Simeulue diduga sudah berlabel semua, tender hanya Formalitas

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Simeulue –  Proyek di Simeulue tahun 2020 yang sedang dan akan dilelang oleh Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) di Pemerintah Kabupaten Simeulue diduga sudah berlabel semua.

Sedangkan tender yang dilakukan dituding oleh sebuah sumber yang minta namanya dirahasiakan, kepada Awak media lelang itu ditengarai kuat hanyalah formalitas.

“Diduga sekedar untuk kamuflase, mengelabui publik seakan semua sesuai aturan. Padahal semua sudah di atur sedemikian rupa,” jelas sumber itu.

Lebih lanjut dia mengurai modusnya seperti tahun sebelumnya, pertama dengan mencantumkan SKT dan SKA yang banyak dan syarat syarat lain yang memberatkan.

Kemudian mengunci waktu download dan upload dokumen hanya tiga hari dan bahkan satu hari saja untuk waktu apload.

Sehingga dengan begitu katanya hanya kontraktor yang sudah diberi boncoran sejak awal, sebelum dibuka tender yang bisa ikut memasukkan penawaran secara baik.

Soalnya yang berkolusi dengan oknum di pemerintahan Kabupaten Simeulue yang sudah tahu syarat dan juga bahkan mendapatkan dokumen pendukung tender lainnya yang bisa memenuhinya.

Sementara kontraktor yang ingin dan menyangka tender itu adalah sportif, katanya sudah so pasti keteteran bahkan satu atau dua syarat yang sudah dikunci sulit dipenuhi.

Kemudian kalaupun dapat ikut tender saat verifikasi dokumen akan dipersulit dan dicari kelemahan dan kekurangan administrasinya sekecil mungkin.

Lalu untuk menghasilkan pekerjaan yang baik di lapangan, menguntungkan negara maka dia meminta agar semua pihak dari luar Simeulue untuk memantau jalannya tender proyek di pulau Simeulue tahun ini.

Dia meminta selain lembaga resmi untuk pengawasan tender, kiranya lembaga penegak hukum, Polri, Kejaksaan, KPK, BIN dan BAIS diminta memonitor dan bila perlu ada kebijakan setiap peserta dapat melihat dokumen satu sama lain tanpa melalui proses yang ribet.

Soalnya menurut sumber tadi indikasi kuat akan adanya permainan tender proyek di Simeulue menurut sumber ini sangat nyata dan dikhawatirkan akan berdampak luas.

Katanya selain dapat membuat perputaran ekonomi nantinya semakin lemah mendorong dapat memicu efek negatif lainnya.

“Bisa menimbulkan maraknya pencurian serta juga bisa mengundang tidak kriminal lain,” jelasnya.

Bayangkan katanya jika uang tahun 2020 di Pulau ini hanya berputar dan dipegang oleh beberapa kontraktor dan oknum pejabat saja.

“Apa tidak semakin parah ekonomi di Simeulue yang saat ini memang sangat terasa di masyarakat kita,” tambahnya lagi.

Kepala Unit Kegiatan Pelelangan Barang/Jasa (UKPBJ) Kabupaten Simeulue, Feri Afrizal, SPt, M.AP yang dikonfirmasi Awak Media Selasa (10/3) menyatakan pihaknya adalah ibarat kata hanya penjual produk.

Lebih lanjut Feri Afrizal yang tak bersedia diambil fotonya bahwa untuk menentukan persyaratan lelang adalah SKPK.

“KPA (red-Kuasa Pengguna Anggaran) yang menentukan semua,” jelasnya.

Kemudian katanya menentukan layak atau tidak sebuah perusahaan peserta lelang adalah Panitia Kelompok Kerja (Pokja) Unit Layanan Pengadaan (ULP).

Namun dia tidak membanta adanya persyaratan yang memberatkan termasuk pada paket lelang yang sedang berjalan akan tetapi dia hanya bisa memberikan masukan kepada KPA, selaku pemilik kegiatan.

Lalu apabila yang bersangkutan tidak menggubris seperti ada satu KPA saat ini, pihaknya membuat suatu berita acara untuk ditandatangani KPA bersangkutan.

Tujuan berita acara dimaksud bila suatu hari terjadi apa apa maka berita acara itus sebagai bentuk UKPBJ telah memberikan arahan sesuai tanggungjawab.

Lebih lanjut Feri Afrizal juga menyatakan semua SKPK dan KPA Pokja dan pihak terkait lain sudah diberikan Surat Edaran Nomor:602/538.b/2020.

Katanya edaran itu khususnya pasal 16 dengan jelas di dalamnya tertulis hanya satu sertifikat kompetensi kerja untuk setiap personil.

“Bagi usaha kecil tidak mensyaratkan tenaga ahli,” tambahnya.

Dipihak lain bahwa untuk tahun 2020, benar ada tiga Pokja dibawah Kepala UKPBJ Simuelue yakin POKJA A, B dan C.

Dia juga membenarkan nama nama Pokja dimaksud, yakni: Musardi Bastian, Dasmaril, Derita, Awami Rahman, Budiman, Karfauzi, T. Safarijal, Azhar Kirman dan Ilhamudin.

Anggota Komisi DPRK Simeulue, Syahrian menyangkut tender proyek Pemerintah Kabupaten Simeulue agar tahun ini sportif sesuai dengan regulasi.

“Jangan lagi tender kita di Simeulue ini seperti tahun lalu. Pemenang tender dipaksakan, dukungan alat dari perusahaan yang bermasalah-pun dimenangkan,” jelas dia kepada Awak Media, Rabu (11/9/2020).

 

(Hendra M)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *