Samidan, Petani korban serangan Buaya kesulitan biaya berobat

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Aceh Timur – Sejak sebulan terakhir warga Desa /Gampong Pante Labu, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur mulai resah, pasalnya, buaya mulai mengganas menyerang warga khusus nya petani yang membuka ladang di sepanjang tepi sungai Jambo Ayee.

Sejumlah warga khususnya petani yang membuka ladang sepanjang pinggir sungai mulai khawatir/resah sewaktu-waktu buaya menerkam mereka saat mengambil air sungai untuk menyiram tanaman mereka, maupun mengambil air untuk penyemprotan tanaman.

Seperti yang menimpa Samidan (45), seorang petani di dusun Pateng Desa Pantee Labu, seekor Buaya berukuran besar tiba-tiba menyerangnya beberapa hari yang lalu, saat mengambil air di Sungai sekitar pukul 18.00 WIB.

Akibat gigitan Buaya tersebut, keluarga yang serba kekurangan harus mengeluarkan biaya yang banyak untuk berobat, mulai dari transportasi yang harus disewa sampai dengan biaya obat yang sangat mahal.

Di desa kami ada posyandu plus, tapi percuma petugasnya tidak ada, harusnya kalo ada petugas di posyandu tersebut, minimal untuk pengecekan atau buka perban kan bisa, kalo mereka tidak bisa berbuat lebih, ucap Samidan. Selasa (10/3) dengan nada kesal.

Samidan yang kakinya terluka parah dan harus mendapatkan 24 jahitan Terpaksa harus di bawa ke Aceh utara, mengingat akses ke Aceh Timur sangat sulit, dan tidak adanya petugas kesehatan di posyandu desa setempat.

Kadus Pateng Barizi mengungkapkan bahwa sudah ada beberapa warga yang diserang Buaya, namun ini yang sempat di gigit.

Sungai ini banyak dihuni Buaya dengan jumlah berkisar 20 – 30 ekor, namun baru dalam Bulan ini menyerang warga, sebelumnya warga tidak takut walaupun sering melihat Buaya di Sungai karena tidak mengganggu manusia, ucap Barizi.

Namun saat ini kata dia, petani sudah mulai resah terutama yang membuka ladang di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Arakundoe.

Sementara Ketua Tuha Peut Gampong Pante Labu (TPG) Askadi sangat berharap pihak pemerintah khususnya Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) agar dapat mengamankan Buaya yang sering menyerang warga.

“Walaupun banyak Buaya di sungai ini tapi hanya satu ekor Buaya yang ganas sering menyerang petani,” tuturnya.

Ia berharap supaya Buaya yang sering menyerang warga ini dapat ditangkap dan direlokasi ke tempat lain, tutupnya.

 

 

Reporter : Zul Aceh

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *