Diduga edarkan beras oplosan, Gudang Pelni Logisctics (mart) digerebek Polisi

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Timika – Salah satu gudang penyimpan dan penyuplai beras di Timika yang dikelola oleh salah satu anak perusahaan PT. (Persero) Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) yakni Pelni Logistics (Mart) BUMN digerebek Satuan Reserse Kriminal Polres Mimika, di Lokasi SP. 1 Distrik Wania, Rabu (11/3/2020), sekitar pukul 23:30 WIT.

Penggerebekan dilakukan karena adanya dugaan diedarkanya beras oplosan oleh oknum pegawai Pelni Logisctics (Mart) di Timika.

Informasi yang dihimpun MITRAPOL, dugaan beras oplosan yang diedarkan diperkirakan merupakan bahan pokok dari Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau program sembako yang dikelola oleh Pelni Logistics BUMN di Timika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua.

Bahan pangan yang dulunya dikenal beras subsidi tersebut bermerek Dua Hati, C4 Raja, Mentik Wangi dan Tawon.

Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP. Muhammad Burhanudin Hanafi

Awalnya beras tersebut berkisar lebih dari 40 Ton didatangkan di Timika sekitar Tahun 2017 silam dan dikelola oleh salah satu anak Perusahaan PT.(Persero) Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) di Timika yakni Pelni Logistics yang berlokasi di Jalan Poros Mapurjaya, SP. 1 Distrik Wania.

Belakangan diduga, beras tersebut sudah berkutu dan bercampur aduk dengan kotoran, bahkan diduga kuat sudah termasuk dengan kotoran tikus.

Dugaan sementara oknum terkait menggunakan ayakan untuk membersihkan kotoran dan selanjutnya dicampur dengan sebagian beras yang baru dan dikemas dalam karung yang baru dari berbagai merek berukuran 25 Kg.

Setelah dikemas, beras yang diduga oplosan tersebut secara fisik terlihat seolah-olah menjadi beras premium dan kemudian dijual ke pelaku usaha selanjutnya diedarkan ke masyarakat dengan harga mahal.

Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP. Muhammad Burhanudin Hanafi kepada MITRAPOL di Timika, Kamis (12/3), mengatakan, hingga saat ini sekitar 5 Orang beserta barang bukti telah diamankan di Pusat Layanan Polres Mimika pasca penggerebekan.

“Iya benar, sekitar 5 orang termasuk kepala toko sudah kita amankan dan sedang menjalani pemeriksaan” Kata AKP. M. Burhanudin Hanafi di Ruang kerjanya.

Sementara itu barang bukti yang diamankan diantaranya, alat jahit karung beras, timbangan, terpal, kipas angin, karung beras yang baru serta beras baru dan beras lama.

Disamping itu barang bukti lainya masih tersimpan di gudang Pelni Logistics (mart) dan sudah dililit garis police line oleh Sat Reskrim, Polres Mimika.

“Diperkirakan yang masih digudang sekitar saratus sak beras lama, dan seratus sak beras baru,” ujarnya.

Kasat Reskrim menegaskan, pihaknya akan memanggil orang-orang yang bersangkutan termasuk dugaan adanya oknum di jakarta sebagai pengendali beredarnya beras oplosan.

“Dugaan kami peredaran beras oplosan ini bukan hanya di timika tetapi di daerah lainya di wilayah Papua sedang terjadi,” tutupnya.

Atas kejadian tersebut, para pelaku diduga melakukan tindak pidana yang berkaitan dengan melanggar pasal 141 terkait UU Pangan dan UU Perlindungan Konsumen.

 

 

Reporter : AQM

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *