Malaysia kembali pulangkan ratusan TKI bermasalah ke Nunukan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Nunukan – Pemerintah Malaysia kembali memulangkan ratusan pekerja migran warga negara Indonesia (WNI) bermasalah yang bekerja di Negeri Sabah ke Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara pada Kamis (12/3/2020).

Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Nunukan diwakili Kepala Seksi Pemberdayaan dan Perlindungan TKI Arbain, di Nunukan, Jumat (13/3/2020), menjelaskan pemulangan WNI bermasalah kali ini memang berasal dari KJRI Kota Kinabalu.

“TKI yang bermasalah dipulangkan ke Indonesia melalui kapal resmi KM.MID EAST melalui pelabuhan Tunon Taka hari rabu (11/3/2020) sekira pukul 17.00 wita.

“Kapalnya Resmi yang memuat tapi yang dimuat adalah Tenaga kerja Indonesia yang tidak Resmi karena sebab tidak memiliki identitas Resmi atau illegal menurut undang undang Tenaga Kerja Indonesia,” lanjutnya.

Menurut Arbain pekerja migran Indonesia PMI yang deportasi dari Konsulat Republik Indonesia sebanyak 139 orang.

“Yang di jemput oleh tim satgas penanggulangan Tki yang bermasalah diantara Anggota Tamil Anggota Polres Nunukan Pihak Imigrasi Pihak BP3TKI pihak Disnaker dan Pihak Pihak Capil,” ujarnya lagi..

Menurutnya, para pekerja migran Indonesia yang baru saja deportasi dari Malaysia kebanyakan non prosudural dengan rincian kasus sebagai berikut:

Diantara Ilegal (66) orang, overstay (31) orang, Narkoba (36) orang, kriminal (6) orang, dan laki-laki dewasa (104) orang.

perempuan dewasa (32) orang, anak-anak (3) orang dan total (139) orang, langsung diangkut di penampunga Rumah susun Kampung Buton nunukan selatan huna untuk dilakukan Pendataan diperoses selanjut.

Kemudian hari kedua para Tenaga Kerja Indonesia yang dipenampungan rusunawa kita perdayakan kerja bakti bersama untuk membersihkan sekitar penampungan seperti menyapu, menjemur dan membersihkan tempat tidur mereka, agar bisa menjaga kesehatan disekitar lingkungan rumah susun yang ada di kampung Buton kelurahan Nunukan Selatan kecamatan Nunukan.

Lanjut dia, TKI yang dipulangkan dari Malaysia, BPTKI memberikan peringatan serta masukan bagi Tenaga Kerja Indonesia untuk mendapatkan dukumen yang resmi.

Sementara Tenaga Kerja Indonesia yang permasalahan mengenai pengurusan kartu Tanda Penduduk (KTP) dicatatan sipil banyak dianatara Tenaga Kerja Indonesia mereka tersebut lahir di Malaysia dan tidak punya dukumen sebagai warga Indonesia.

Kemudian mengurus dukumen di layanan terpadu satu atap (LTSA) melalui kantor catatan sipil kemudian dari disnaker peluang kerja kembali keluar negeri bagi mereka tenaga aketua Indonesia tidak mau lagi bekerja di Malaysia kita pasilitasi untuk bekerja dalam negeri” terangnya.

Selanjutnya tanggal 13/3/2020 ada pemberi materi dari Dinas pertanian mengenai bagaimana caranya untuk merawat kelapa sawit, memupuk dan rata-rata Pekerja Imigran Indobesia (PMI) bekerja diPerladangan atau Kebunan sawit dan Sopir Truk dan perkebun Sayuran. (Yusuf P)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *