Masyarakat NTT berharap dugaan manipulasi hasil visum kematian Ansel Wora terungkap

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jakarta – Garda NTT menggelar Diskusi Publik dengan tema “Bedah Visum et Repertum dan Carut Marut Hukum” di Gedung Margasiswa (PMKRI), Menteng Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2020).

Diskusi ini menyoroti berbagai persoalan di NTT terutama isu-isu keadilan dan kemanusiaan khususnya yang hari ini terjadi di bumi Flobamora seperti kasus dugaan pembunuhan ASN di Ende dan persoalan-persoalan sengketa tanah serta proses penegakan hukum di NTT.

Diskusi yang dibagi dalam dua sesi dengan sub tema pertama Bedah Kronologi dan Visum et Repertum Kematian Ansel Wora dan kedua, Problem Kemanusiaan dan Carut Marut Penegakan Hukum di NTT.

Diskusi ini dihadiri Nyoman Rae (Lawyer & Dosen), Yons Ebit (Ketua Umum Garda NTT), Petrus Selestinus (Koordinator TPDI & Pengacara Peradi), Natalius Pigai (Mantan Komisioner Komnas HAM), Sebastian Salang (Mantan Direktur Formappi), Rudi Kabunang (Lawyer)
Tardi Mbalembout, Marsel Ado Wawo (Pemerhati Isu Kemanusiaan) dan ratusan anggota Garda NTT.

Terkait persoalan yang terjadi pada Ansel Wira, yang tidak terungkap dengan diskusi publik ini, Thomas berharap ada solusi sama sama untuk dapat melakukan pergerakan untuk melakukan pendekatan pada para pimpinan dengan pedekatan hukum.

“agar kedepannya tidak terjadi lagi kasus kasus yang tidak tuntas yang akan mengembalikan kepercayaan masyarakat NTT terhadap hukum agar kedepannya penegak hukum netral tidak ada lagi ketidak Adilan dan kebenaran tetap jadi pedoman,” tutupnya.

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *