Terkait Corona, Pemkab Toba minta masyarakat tidak perlu cemas

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Toba – Warga Kabupaten Toba (sebelumnya Tobasa) sempat dicemaskan dengan beredarnya berita tentang seorang Staf Kemenlu RI sebagai pasien terduga Corona yang sempat melakukan perjalanan dinas di Kabupaten Toba baru baru-baru ini.

Menyikapi hal tersebut, Pemkab Toba disela-sela rangkaian kegiatan HUT Kabupaten Tobe ke-21 di Lapangan Sisingamangaraja, Balige, Jumat sore (13/3/2020) melalui Sekdakab Toba Audi Murphy Sitorus, didampingi Kepala Dinas kesehatan Dr. Juliwan Hutapea, Kadis Kominfo Lalo Simanjuntak dan Assiten Administrasi umum Parulian Siregar memberikan keterangan pers, bahwa pasien tersebut di diagnosa Demam Tipoid dan Demam Berdarah (DBD).

Keterangan lebih lanjut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Toba Dr. Juliwan Hutapea dihadapan sejumlah wartawan yang menyebutkan bahwasanya yang sakit tersebut pernah berpergian ke luar negeri. Dari orang yang berpergian keluar negeri masuk ke daerah kita, tentu kita harus waspada mengingat saat ini wabah tersebut sedang melanda beberapa negara.

Menurut Juliwan, pasien tersebut Jumat pagi langsung dirujuk ke RSUD Tarutung, karena Rumah Sakit tersebut merupakan rujukan suspect Corona.

“Komunikasi kita via telepon dengan Dokter di sana, sesudah pasien yang memang sakit tersebut diperiksa, hasil rontgen Pneumonia, dan hasil periksa darah, bahwasannya si pasien ini adalah penyakit demam tipoid dan demam berdarah dan telah terawat diruang rawat biasa,” terang Juliwan.

Ditambahkan Juliwan, si pasien baru pulang dari Vietnam ke Indonesia itu tanggal 7 Maret. Kita konfirmasi tanggal 10 Maret berada di Silangit karena memang ada kegiatan dengan datangnya Raja dan Ratu Belanda pada tanggal 12 Maret 2020.

Tadi pagi, Jumat (13/3/2020) dibawa berobat dan hasilnya bisa dikatakan bukan corona, namun pihak Rumah Sakit tetap melakukan pengawasan dan memantau perkembangan kesehatannya selama 14 hari kedepan, bisa di Rumah Sakit atau di rumahnya.

Juliwan berharap dan meminta kepada masyarakat agar jangan berlebihan menyikapi informasi yang berkembang, yang belum tentu kebenarannya.

 

 

Reporter : Abdi. S

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *