Pemda Wajo gerak cepat hadapi Corona

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Wajo – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Wajo melakukan gerak cepat dalam rangka menindaklanjuti surat presiden tertanggal 15 Maret 2020 tentang langkah langkah ekstra dalam menangani Pandemik Global COVID-19.

Terkait hal itu Pemkab Wajo langsung melaksanakan rapat kordinasi dengan Forkopimda dan perguruan tinggi serta organisasi masyarakat (ormas). Rapat dilaksanakan di ruang rapat pimpinan Senin (16/3/2020).

Dalam laporannya Sekda Wajo menyampaikan bahwa berikut rencana yang akan dilakukan dalam pencegahan penularan COVID-19.
1. Meliburkan PAUD/MDA,SD/MI,SMP/MTs,SMA/MA, perguruan tinggi dengan melakukan aktivitas belajar di rumah masing masing mulai tanggal 17 Maret – 2 April 2020.
2. Membuat kebijakan untuk aparatur sipil negara (ASN) agar bisa bekerja di rumah secara online, dengan tetap mengedepankan pelayanan, kecuali OPD yang berhubungan langsung dengan masyarakat misalnya PTSP dan Rumah Sakit.
3. Meniadakan atau menunda sementara waktu segala bentuk event atau kegiatan baik indoor maupun outdoor baik yang dilaksanakan pemerintah maupun swasta yang melibatkan banyak orang sampai batas waktu yang kondusif.
4. Penilaian sekolah sehat di tunda
5 upacara hari kesadaran nasional ditiadakan untuk bulan Maret
6. Meniadakan atau menunda sementara waktu kegiatan Car Free Day
7. Setia OPD menyediakan alat pengukur suhu tubuh, termasuk hotel.
8. Mengurangi aktivitas di luar rumah yang dianggap tidak penting.
9. Menjaga kebersihan tempat tempat ibadah dan tempat tempat umum lainnya.

Bupati Wajo DR.H.Amran.S.Sos.M.Si dalam arahannya menyampaikan bahwa hasil kordinasi dengan bapak gubernur, HJW dan FASI untuk sementara menunggu.

Untuk ASN bisa dilakukan kerja di rumah kecuali layanan langsung seperti rumah sakit. Agar rumah sakit menyiapkan segala kebutuhan yang terkait dengan virus. Untuk dinas perdagangan agar melakukan pemantauan terkait kesiapan pangan. Sosialisasikan ke masyarakat untuk menyiapkan makanan makanan ekstra dirumah. Sambil memantau toko toko dan grosir jangan sampai daa yang menimbun barang. Untuk dinas perhubungan agar menjaga wilayah wilayah perbatasan.

” Marilah kita sama sama berdoa agar kita semua selalu dalam keadaan sehat wal afiat,” imbuhnya diakhir arahannya.

Dandim 1406 Letkol Abd.Ghofir menyatakan bahwa di jajaran TNI sudah diinstruksikan untuk tidak melakukan pertemuan diatas 30 orang. Akan tetapi tetap melakukan aktivitas, diharakan kepada publik servive yang lain seperti Polres, Damkar, Dishub dan Satpol PP agar membantu dan harus tegas karena ini darurat.

Kapolres Wajo AKBP Dedy Dewantho menyampaikan bahwa pihaknya juga ada instruksi dari lemdiklat Polri. Ada panduan yang dibuat berdasarkan hasil diskusi dengan berbagai pakar dari institusi terkenal dan analisis pedoman CEac, WHO dan Kemenkes.

“Kita harus siap tapi jangan panik. CORONAVIRUS memiliki ” Infektifitas tinggi tetapi angka kematian rendah”.

Penjelasan dari Dinas Kesehatan bahwa Dinkes sudah menyurati semua kapus untuk memberikan penyuluhan di daerahnya masing-masing dan tetap mengadakan pemantauan pada masyarakat.

Bila ada warga yang batuk pilek dan riwayat kontak orang yang terkena COVID-19 atau dari orang yang bepergian dari luar daerah. endemik.

Orang dengan pantauan (ODP ) akan kita rumahkan selama 14 hari tapi bila makin memburuk keadaannya maka harus dimasukkan dalam Pasien dalam pengawasan (PDP). PDP ini harus dirujuk ke RS rujukan COVID-19. Dalam hal ini RS Lamaddukelleng bukna termasuk RS Rujukan COVID-19.

Jadi yang dari rumah PDP langsung dibawa ke RS untuk dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan, kemudian hasilnya dibawa ke pusat. Nanti pusat yang menentukan hasilnya positif atau negatif.
Daftar rumah sakit Rujukan COVID-19
1.RSU Wahidin Sudirohusodo Makassar
2. RSU Andi Makkasau Pare Pare
3. RSU lakipadada Tana Toraja
4. RSU Islam Faisal Makassar
5. RSU Akademis Jaury Makassar
6. RSU Sinjai

Penegasan Bupati bahwa di Wajo belum ada yang kena virus Corona.

Hati-hati terhadap hoaks yang beredar dengan gambar pakaian alat pelindung diri lengkap di RS. Itu adalah simulasi yang dilakukan di Rumah Sakit.
(Andhy)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *