Mantap ! Leuwi Tutupan Sungai Cisimeut di Desa Hariang jadi Spot Fun Strike Fishing

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Lebak – Sungai Cisimeut di Desa Hariang, Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak-banten. dijadikan tempat menyenangkan sebagai lokasi pemancingan ikan alam (Spot fun strike fishing) Aliran sungai Cisimeut diberi batas larangan menangkapi ikan kurang lebih sepanjang 1000 meter dari hulu dan hilir, hal tersebut sengaja dibuat dan dipersiapkan bagi para penggemar mancing ikan liar di sungai Cisimeut.

Seperti diungkap Hasan Bashar , Dirinya selaku panitia juga merupakan warga setempat, menurut dia, Pembiatan Spot pemancingan di Sungai Cisimeut ini disebut sebagai Leuwi Tutupan atau Sungai Larangan.

“Kami menerapkan aturan dan larangan untuk masyarakat umum agar tidak menangkap ikan dengan cara apapun didalam areal batas hulu-hilir yang sudah dikasih tanda pembatas,” terangnya

Lebih lanjut, Hasan Bashar memaparkan bahwa Leuwi Tutupan tersebut hanya bisa di ambil ikannya pada waktu tertentu saja yakni, 4 bulan sekali itupun hanya selama dua hari saja.

“Kami buka Leuwi tutupan selama 2 hari saja, 1 hari khusus untuk festival mancing bareng dan satu hari lagi untuk ngejala bareng dan selanjutnya di tutup kembali”,Kata Hasan Bashar Minggu, (15/3).

Siapa sangka, Sungai Cisimeut di Kecamatan Sobang dengan vegetasi hutan yang masih utuh terjaga ini telah menjadi satu lokasi tujuan para penggemar mancing dari berbagai daerah tanpa terkecuali, Bupati Lebak Hj. Iti Octavia Jayabaya, juga pernah Strike fishing di spot pemancingan Leuwi Tutupan Hariang.

Iti juga meyakini jika kegiatan Leuwi Tutupan di Desa Hariang, Kecamatan Sobang ini cukup berpotensi menjadi dayatarik wisatawan, Leuwi tutupan ini layak untuk dijadikan sebuah Destinasi wisata lokal yang ada di Desa Hariang, Kecamatan Sobang-Lebak.

Ditempat terpisah, Cecep Sobari yang biasa disapa Bang Ubay selaku Ketua Korcam Sobang, Ormas Jarum menjelaskan. Kegiatan Leuwi Tutupan ini sudah berjalan sejak tahun 90-an oleh aparat Pemeritah Desa, namun pada saat itu penangkapan ikan hanya untuk menjamu tamu kehormatan (Pejabat-Red) seiring berjalan waktu kegiatan Leuwi tutupan dirubah mindset agar menghasilkan uang Generate money, Daftar dan membayar layaknya di arena pemancingan dan di promosikan melalui Sosial Media (sosmed) agar memantik dayatarik penggemar mancing dari berbagai daerah.

“Pada milad Ormas Jarum ke 6 kami juga telah menabur ikan mas seberat 150Kg di Leuwi tutupan Kp.Hariang dan 50Kg di Leuwi Tutupan Kp.Sindang Agung. Tujuannya adalah mendukung kegiatan masyarakat dalam menjaga ekosistem sekaligus mempertahankan habitat ikan alam agar tidak terjadi kepunahan”,Kata Ubay yang juga pernah menjadi ketua pengurus selama 2 Tahun, Selasa (17/3).

Masih kata Ubay, apabila kegiatan ini terus berjalan maka populasi ikan alam seperti, Regis, Leat, Manyeng, Kehkel, Sarompet, Jeler, Benteur, Paray dan jenis lainnya tidak akan punah bahkan sangat mudah di dapat tidak seperti pada sungai lainnya, Tentu saja kata Ubay, sulitnya mendapatkan ikan alam dari sungai lain itu akibat terjadi kepunahan bibit ikan yang ditengarai oleh cara yang dilakukan manusia sendiri seperti membius ikan, setrum ikan, Bom ikan dan sebagainya. Ubay Berharap, kegiatan ini terus berjalan bahkan menular wilayah lain

Untuk diketahui, setiap pembukaan Leuwi Tutupan melalui festival mancing bareng setiap peserta dikenai tarif Rp.25000 begitupula kepada peserta ngejala bareng.

“Hasil uangnya jelas, kita salurkan untuk kegiatan PHBI, Santunan Yatim Piatu, dan Kas Mesjid,” tutup Hasan Bashar

 

 

Reporter 44N

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *