Malaysia Lockdown, Perekonomian Nunukan tersendat

  • Whatsapp
General Manager (GM) PT. Pelindo Nunukan Teguh Firdaus, saat diwawancari mitrapol.com. Rabu (18/3).

MITRAPOL.com, Nunukan Kaltara – Mulai Rabu (18/3/2020), Malaysia mengumumkan lockdown total selama dua minggu. Malaysia akan menutup semua bisnis, kecuali toko yang menjual makanan dan kebutuhan sehari-hari. Ini merupakan langkah drastis untuk membendung lonjakan infeksi virus corona baru.

Lockdown Malaysia, berdampak juga kepada perekonomian di wilayah Nunukan Kalimantan Utara yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia.

Menurut General Manager (GM) PT. Pelindo Nunukan Teguh Firdaus, dampak Lockdown yang dilakukan oleh pihak Pemerintah Malaysia adalah dengan ditutupnya sejumlah pintu masuk dan keluar utamanya Pelabuhan Tawau Sabah Malaysia untuk menyeberang ke Nunukan.

Lanjud Teguh Firdaus, penutupan pintu perbatasan ini berdampak terhadap mobilisasi orang dari Nunukan ke Tawau begitu juga sebaliknya Tawau Nunukan, dimana kurang lebih 300-400 orang setiap hari bolak balik utamanya pengiriman TKI dan pedagang lintas Perbatasan.

Hampir 75% kebutuhan pokok Kabupaten Nunukan masih tergantung dari pihak negara tetangga, semua barang kebutuhan masyarakat Nunukan dipasok dari Tawau.

Mulai hari ini Rabu, (18/03) 6 Kapal Reguler Nunukan – Tawau di stop untuk sementara waktu hingga akhir Maret 2020.

Kami kehilangan pendapatan dari retribusi masuk,”Bayangkan pak, kalau setiap hari kecuali hari tanggal merah, Retribusi yang masuk sebesar Rp.40.000/orang dikalikan 300 sama dengan Rp.12.000.000,” ujar Firdaus kepada Mitrapol. Rabu (18/3).

Namun kekurangan itu masih berkisar 60% dan pendapatan masih berjalan seperti mobil pengangkut barang masuk pelabuhan seperti adanya Kapal penumpang dalam negeri seperti Kapal Pelni dan Kapal swasta jalur Nunukan Pare-pare begitu juga sebaliknya pendapatan masih mengalir hanya berkurang 60%.

Konsulat Tawau menyampaikan bahwa Pelabuhan Internasional Tawau ditutup oleh pihak Pemerintah Malaysia mulai tanggal 19 Maret dan akan dibuka kembali pada tanggal 20 Maret 2020.

Bagi warga negara indonesia yang melawat di Sabah dan ingin segera kembali ke Tanah Air dapat memanfaatkan kesempatan tersebut hingga tanggal 21 Maret 2020, Pelabuhan akan kembali ditutup sampai Akhir Bulan Maret 2020.

Sebenarnya perekonomian tidak lumpuh, cuma akibat dari terbatasnya aktivitas masyarakat begitu juga aktivitas Pelabuhan apa lagi Pelabuhan merupakan salah satu Paru-paru perekonomian di Nunukan berdampak kepada masukannya kebutuhan pokok masyarakat Nunukan.

Kalau kita hanya mengandalkan pasokan barang dari dalam negeri seperti dari Sulawesi dan Surabaya itu tidak akan mencukupi, perusahaan perkebunan dan perusahaan tambang di sini cukup banyak, perusahaan-perusahaan tersebut secara otomatis membutuhkan bahan pokok yang banyak, pungkas General Manager (GM) PT. Pelindo Nunukan Teguh Firdaus.

 

 

Reporter : Yuspal

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *