Pelecehan terhadap wartawan kembali terjadi, Oknum Dosen STIE usir wartawan yang akan liput acara wisuda

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Timika – Pengusiran terhadap wartawan saat ingin meliput kembali terjadi di Timika, Papua. Kali ini pengusiran itu di alami oleh tiga orang wartawan dari sejumlah media di wilayah Timika, Kabupaten Mimika, Papua.

Ketiga wartawan tersebut bernama Santise dari Radar Timika, Indri dari Timika eXpress dan Kristin dari Salam Papua.

Kronologis kejadian bermula saat ketiga wartawan dari tiga media diundang dan hendak meliput acara wisuda mahasiswa STIE Jembatan Bulan di gedung Multy Purpose and Community Center (MPCC) YPMAK pada Kamis (19/3) kemaren.

Pada saat hendak meliput, seorang dosen menghampiri wartawan Sentise dari Radar Timika kemudian melarang meliput dan mngusir keluar.

Padahal wartawan dari tiga media tersebut telah mengantongi undangan dari panitia wisuda untuk meliput kegiatan.

Bahkan ketiganya sempat menunjukan undangan yang mereka bawa dari kantor masing-masing terhadap oknum dosen arogan tersebut.

“Kalian dari mana? sudah ada konfirmasi untuk merekam ini? silahkan keluar”. Kata Sentise saat menirukan oknum dosen sambil menunjuk pintu keluar dengan cara arogan kepada dirinya.

Sentise juga menambahkan, oknum Dosen tersebut dengan nada tinggi mengatakan, bila ketiga wartawan dari tiga media tersebut memilih tetap didalam ruangan, berarti harus mengikuti perintahnya yang berarti duduk diam dan tidak melakukan peliputan.

Saat melihat temanya diusir dua wartawan lainya yakni Indri dan Kristin mendatangi oknum dosen tersebut dan menjelaskan ketiganya dari wartawan dan hendak meliput kegiatan karena diundang panitia wisudawan.

Namun oknum dosen tersebut tetap melarang dan mengusir ketiga wartawan.

Atas kejadian tersebut, berbagai pimpinan media di Timika, baik cetak maupun online menyayangkan dan mengutuk keras aksi arogan oleh salah satu dosen tersebut.

Ironisnya, aksi pengusiran wartawan di wisudawan mahasiswa STIE Jembatan Bulan bukan baru pertama kali namun sudah terjadi di tahun sebelumnya.

Hingga berita ini ditayangkan pihak kampus STIE Jembatan Bulan, Kabupaten Mimika belum dapat dimintai keterangan lebih lanjut.

Pimred Media Cetak dan Online Mitrapol, Dadang Rachmat menyesalkan terjadinya pelarangan, pengusiran dan pelecehan terhadap wartawan yang sedang bertugas, apa lagi ini dilakukan oleh seorang oknum Dosen yangn nota bene sebagai seorang pendidik.

“Ini merupakan sebuah preseden buruk bagi seorang Dosen sebagai seorang pendidik, yang melakukan kekerasaan saat jurnalis sedang melakukan peliputan,” tegas Dadang, Jumat (20/3).

Dadang juga mengingatkan kepada semua pihak yang terkait, bahwa wartawan dalam menjalankan tugasnya dilindungi oleh hukum dalam hal ini UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Menghalang-halangi wartawan yang sedang bertugas, selain merupakan tindak pidana yang dilarang oleh UU Pers. Hal itu juga merupakan pelanggaran berat terhadap asas-asas demokrasi dalam suatu negara,” jelasnya.

 

 

Reporter : AQM

 

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *