Tim monitoring Disdikbud Nunukan masih temukan sejumlah guru dan kepsek yang telat datang ke sekolah

  • Whatsapp
Kepala Bidang Pembinaan dan Ketenagaan pada dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nunukan, Ridwan AS. S.Sos

MITRAPOL.com, Nunukan – Tim Kepala Bidang Pembinaan dan Ketenagaan pada dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nunukan yang dipimpin Bapak Ridwan AS. S.Sos melakukan monitoring di wilayah tiga yang meliputi Kecamatan Sebuku, Kecamatan Tulin Onsoi, Kecamatan Sembakung, Kecamatan Atulai, Kecamatan Lumbis dan, Kecamatan Lumbis Ogong.

Tujuannya tidak lain melakukan pembinaan terhadap guru agar para guru melakukan tugasnya dengan naik.

“Ketersediaan guru kita ini memang di wilayah-wilayah 3 ini masih sangat terbatas dari segi kualifikasi juga masih ada beberapa yang masih belum memenuhi syarat, yang lebih penting itu sasaran kita. Bagaimana guru melaksanakan tugas pembelajaran atau proses belajar mengajar di sekolah itu dapat berjalan dengan baik dari beberapa sekolah kita ada menemukan guru masih ada yang kurang aktif melaksanakan tugas pembelajaran bukan ketidak hadiran mereka mereka aktif hadir hanya saja keterlambatan dalam jam mengajar,” paparnya saat ditemui MITRAPOL, Kamis (19/3/2020).

Lanjut dia, seharusnya Guru itu sudah ada disekolah pada jam 7.15 itu mereka sudah harus ada di sekola , saat saya monitoring masih ada sejumlah guru terlambat datang.

“Kita temui jam 7.30 bahkan ada jam 8 itu baru ada di sekolah sementara proses belajar mengajar itu sudah dimulai pukul jam 7.30,” terangnya.

Kata dia, “jadi ada keterlambatan mereka itu beberapa menit Jadi kita menemukan perlunya keaktifan.
Efektif mengajar nah begitu juga dengan kepala kepala sekolah dalam melakukan pengawasan pembinaan serta. sesuai dengan tupoksinya.”

Menurutnya, ada beberapa sekolah yang  Kepala Sekolahnya juga datang terlambat, malah kadang-kadang masuk.

“Ini yang menjadikan perhatian kita agar benar-benar guru itu melaksanakan tugas dan siswa juga menerima pembelajaran dengan baik sampai waktu yang telah kita tentukan harapan kita dengan keaktifan para para guru ini mengajar dengan baik maka nilai maupun kemampuan siswa itu bisa diakomodir sampai mereka mengikuti ujian semester baik itu ujian semester tengah semester Sekolah,” jelasnya lagi.

Apabila kita sekarang ini tahun ajaran 2019-2020, kita ini benar-benar keaktifan guru, sehingga Menghasilkan siswa yang punya kompetensi karena mereka terutama yang di kelas 6 bagitu uga yang di SMP itu yang di kelas 9 ini kan akan melakukan ujian akhir Sekolah, Maka perlu kita lakukan keaktifan guru dalam melaksanakan tugas.

Ia juga menyampaikan, “selain itu juga kita menyampaikan perlunya guru memberikan tugas-tugas pembelajaran kepada siswa agar mereka itu lebih menguasai ilmu pengetahuan, karena mungkin di sekolah itu masih terbatasnya pembelajaran yang diberikan tetapi Harapan Kita guru juga memberikan tugas kepada siswa agar mereka itu lebih giat lagi belajar di rumah.”

Dirinya mengharapkan siswa itu juga belajar di sekolah dan belajar di rumah dengan melalui online seperti rumah belajar itu kan ada dikeluarkan oleh Kementerian.

Tetap tidak dipungut biaya Atau Gratis lain kalau ruang guru itu kan pembayaran harapan kita.

Kedua bagi siswa-siswi yang tidak terkoneksi internet misalnya di wilayah 3 ini kan ada beberapa sekolah yang memang tidak terkoneksi atau tempat tinggal masyarakat itu tidak terkoneksi internet maka perlu penugasan yang diberikan tidak perlu banyak yang penting siswa itu setiap hari setiap malam mereka ada belajar.

Pola agar mereka benar-benar melaksanakan tugas sesuai., Nomor 15 tahun 2018 dimana tuntutannya agar pembelajaran tetap dilaksanakan dengan baik itu di sekolah maupun di rumah.

Para guru memang kalau kita melihat jadwal pembelajaran itu siswa kan rata-rata untuk SD itu jam 1 sudah pulang tetapi gurunya sesuai dengan Permendikbud Nomor 15 tahun 2018 itu guru masih tetap seperti juga.

“Kita struktural sekitar pukul 16 sore mereka baru bisa pulang ke rumah karena mereka juga melaksanakan tugas-tugas Apakah dia mengevaluasi hasil ulangan siswa atau mengevaluasi Bagaimana waktu mereka memberikan pembelajaran ada siswa yang kurang memahami,” ucapnya.

“Guru harus membuat suatu remedial atau mereka memberikan penugasan kepada siswa agar kemampuan pikiran anak ini juga bisa setara dengan teman-temannya yang lain,” pungkasnya. (Yuspal)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *