Ingatkan Agus Adaw, tokoh presidium Bangka Barat: Hati-hati kalau bicara! 

  • Whatsapp
Tokoh Presidium pembentukan Kabupaten Bangka Barat, H Amit

MITRAPOL.com, Bangka Barat  – Tokoh Presidium pembentukan Kabupaten Bangka Barat, H Amit mengingatkan Agus Adaw terkait statemen Agus mengenai penolakan dana CSR PT Timah, sebesar Rp 200 juta oleh Bupati Bangka Barat, Markus.

H Amit menilai, komentar yang dilayangkan Agus Adaw, sangat tendensius dan dan kurang mendidik.

Sebab, sebagai kepala Daerah, Markus berhak mempersoalkan besaran dana CSR tersebut.

Terlebih, sudah sejak puluhan tahun, PT Timah Tbk, beroperasi dan meraup hasil Bumi Negeri Sejiran Setason.

“Apa yang disampaikan Agus Adaw itu, terlalu jauh dan tidak berlaku di sini (Babar-red). Saya ingatkan hati-hati! Sah sah saja seorang kepala daerah mengkritisi bahkan menolak CSR yang dinilai tidak sebanding dengan pendapatan selama ini. Apalagi Sudah puluhan tahun PT timah beroperasi di Babar. Mungkin dia (Agus Adaw ) lagi emosi, makanya asal ceplos,” kata H Amit, Senin (23/3/2020)

Tak hanya soal CRS, pernyataan Agus Adaw di beberapa media massa, yang menyebutkan Markus belum pantas menjadi pemimpin juga dinilai tidak masuk akal.

Sebab, sebelum dipilih menjadi kepala daerah, Markus telah dua periode terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Bangka Barat.

“Tidak masuk akal, mungkin dia (Agus Adaw) tidak tahu sebelum jadi Bupati, Markus telah dua periode menjadi anggota DPRD. Artinya apa, masyarakat masih menaruh kepercayaan kepada Markus untuk memimpin Bangka Barat,” tegasnya.

Selain, itu pernyataan Agus Adaw, yang menyebutkan Markus tidak memiliki kapasitas menghentikan aktivitas KIP yang sempat mendapat penolakan dari nelayan desa Belo Laut.

Seolah-olah kata H Amit, pernyataan Agus Adaw tersebut Bupati yang memiliki Andil dan keinginan menghentikan aktivitas KIP tersebut.

Padahal, sebagai kepala Daerah Markus, berhak mengambil langkah demikian. Termasuk meminta KIP bergeser dan menjauh sesuai permintaan masyarakat.

“Langkah Markus meminta KIP itu begeser dulu saya rasa cukup bijak, karena permintaan nelayan Belo seperti itu agar tidak terjadi gejolak di masyarakat. Jadi jangan seolah olah itu permintaan Markus, bisa dikejar orang kalau dia masuk Belo Laut, coba saja kalau tidak percaya dengan omongan saya,” tegasnya.

Di pemberitaan sejumlah media massa sebelumnya, Agus Adaw menyebut, jika nanti ternyata ada langkah Markus tentang penyetopan sementara operasi kapal isap dan tambang timah milik PT Timah Agus di Bangka Barat Agus melihat langkah itu tidak mudah.

Langkah itu harus sesuai aturan dan mekanisme. Jadi karena apa KIP disetop harus ada pelanggarannya, bukan semena-mena.

“Kalau dia sampai menyetop sementara KIP atau tambang milik PT Timah maka itu langkah yang membabi buta,” kecamnya. (Kiki/Adri)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *