Cegah Covid-19, Polres Nabire gelar rapat lintas sektoral

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Nabire – Polres Nabire melaksanakan Rapat Lintas Sektoral dalam rangka penanganan virus covid-19 di Kabupaten Nabire, di ruang RBP Polres Nabire Jumat, (27/03/2020).

Turut hadir dalam rapat tersebut Kapolres Nabire AKBP Sonny M. Nugroho T, SIK, Dandim 1705/PN Letkol Inf Benny Wahyudi M.Si (Han), Sekda Kabupaten Nabire Daniel Maipon, S.STP, Kepala BPBD Kabupaten Nabire Victor Fun, Juru Bicara Penanganan Covid-19 Dr. Sayori, M.Kes, Kasat Pol PP Kabupaten Nabire Kompol Stev Liatpasen, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Yulian Agapa, dan Para Kabag, Kasat, Perwira Polres Nabire.

Kapolres Nabire AKBP Sonny menyampaikan terimakasih atas kehadiran Bapak/Ibu saat siang hari ini dalam rangka penanganan virus covid-19 di Kabupaten Nabire.

“Sesuai perintah Bupati Nabire bahwa hari ini Kapal KM Tidar batal masuk ke Nabire,”terang Kapolres Nabire.

Selanjutnya sesuai instruksi Bupati Nabire kepada warga Kabupaten Nabire mulai hari ini tanggal 27 Maret 2020 Agar Toko-toko, rumah makan/restoran, dan kios mulai dibuka pukul 08.00 – 18.00 Wit. Penjualan baik itu gorengan dan lain sebagainya dibuka pukul 16.00 – 20.00 Wit. sedangkan Apotek dan Medis dibuka selama 24 jam.

“Setelah itu dari pukul 20.00 Wit keatas dilakukan patroli bersama TNI/Polri, Sat Pol PP, BPBD dan Dinas Kesehatan. Terhitung mulai 14 hari kedepan,” ungkap Kapolres Nabire.

Lanjut dikatakan Sekda Kabupaten Nabire, selama 14 hari seperti salon/spa, cukur rambut, tempat hiburan atau cafe ditutup.

Selanjutnya dari Jubir penanganan covid-19 Kabupaten Nabire dr. Sayori menyampaikan, “Sampe saat ini tentang sosilaisasi covid-19 masih kurang dengan berbagai bahasa daerah guna tersampainya ke masyarakat diluar kota Nabire,” ucap Jubir.

Dr. Sayori juga mengatakan sudah ada 2 ODP (Orang Dalam Pemantauan). Dalam penentuan selalu berpedoman dari Kemenkes dan BPBD dari pusat.

“Dilakukan pemantauan selama 14 hari ODP. Semua pasien ODP lewat by phone (telepon). Untuk pengembalian sampel atau lendir dalam leher harus di kirim ke Jakarta. Perjalanan melalui lewat Covid-19 ada pentahapannya,” terang Jubir dr. Sayori.

(Reporter: OL)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *