Kapolda Kaltara : Rahasiakan identiras warga terindikasi Covid-19

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Kaltara – Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Utara (Kapolda Kaltara) Brigjen Pol Indrajid, SH.,MH, menghimbau agar masyarakat harus berhati-hati menyebarkan sebuah informasi yang tidak bisa dipertang jawabkan Utamanya informasi mengenai data-data pribadi pasien yang dinyatakan positif virus corona (Covid-19).

Menurut AKBP Berlianto kabid Humas Polda Kaltara bahwa Kepolisian daerah Kalimantan Utara tidak segan akan langsung menindak.

Dan bagi siapa saja yang dengan sengaja menyebarkan identitas bagi pasien yang dinyatakan positif virus atau covid-19.

Lanjud AKBP berliando Kabid Humas Polda Kaltara mengatakan bahwa sesuai dengan Intruksi Bapak Kapolri Menegaskan sudah Soal Identitas Pasien, kepolisian tdk segan serang mengambil langka Hukum.

Lanjud AKBP berliando bahwa siapa saja yang dengan sengaja menyebarkan identitas korban, pasti akan langsung kita tindak dan tidak memandang bulu kata Berliando kepada Wartawan.

Pelarangan untuk menyebarkan identitas pasien ini sudah tertera dalam Pasal 54 UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik Pasal 54 Ayat 1.

Di dalam UU tersebut berbunyi “Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mengakses dan/atau memperoleh dan/atau memberikan informasi yang dikecualikan sebagaimana diatur dalam Pasal 17 huruf a, huruf b, huruf d, huruf f, huruf g, huruf h, huruf i, dan huruf j dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan pidana denda paling banyak Rp10 juta.

Kepolisian juga bisa menindak bagi siapa saja yang menyebarkan identitas pasien dan diancam hukuman maksimal empat tahun penjara dan denda Rp 750 juta.

Ancaman pidana itu berdasarkan Pasal 26 dan Pasal 45 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik  (UU ITE). Bahwa tidak boleh orang sembarangan membeberkan data pribadi ke publik tanpa izin. UU ini mengatur bila perbuatan melawan hukum itu terbukti, dapat diancam hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp750 juta.

AkBP berliando menegaskan hati-hati ketika untuk menyebarkan sebuah informasi apalagi jika menyebarkan identitas pasien yang positif.

Ikuti semua apa yang menjadi arahan dari pemerintah termasuk maklumat dari Kapolri, ujar AKBP Berliando kabid Humas Polda Kaltara.

 

 

Reporter : Yuspal

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *