Industri pabrik tahu mencemari udara, warga Kecamatan Wonomulyo resah

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Wonomulyo – Di saat masyarakat waspada dgn bahaya Covid 19/Corona ternyata ada yang lebih berbahaya lagi di lingkungan sekitar kita selama ini.

Asap dari cerobong industri tahu yang berdiri puluhan tahun mencemari udara lingkungan pemukiman warga Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar.

Team Kecamatan wonomulyo mendatangi industri tahu milik warga berinisial T di Desa Sugihwaras kec.Wonomulyo kab. Polewali mandar untuk mengecek kegiatan industri pabrik tahu yang menurut laporan salah satu warga berinisial R polusi udara dari industri tahu tersebut sangat menganggu kenyamanan lingkungan, di mana udara di lingkungan pemukiman warga sekitar tercemar oleh bau dan asap yang dikeluarkan dari industri tahu tersebut.

Setelah team melakukan pengecekan akhirnya di lakukan musyawarah di rumah pengusaha pabrik tahu tersebut.

Team kecamatan yang hadir Camat Wonomulyo beserta jajaran, kepala puskesmas wonomulyo beserta bidang kesehatan lingkungan hadir juga Kades, Kadus yg di dampingi Babinkamtibmas.

Hasil dari musyawarah pihak pemilik industri tahu akan membuat cerobong asap yg memenuhi standar khusus nya cerobong asap untuk pengorengan tahu miliknya.

Sesuai peraturan pemerintah yg di atur dalam undang undang Lingkungan hidup di atur, Dalam Undang-Undang Lingkungan Hidup (UULH) tahun 1982, Pasal 7 ayat (1) disebutkan bahwa: “Setiap orang yang menjalankan suatu bidang usaha wajib memelihara kelestarian lingkungan hidup yang serasi dan seimbang untuk menunjang pembangunan yang berkesinambungan.” Dan ayat 2 disebutkan: “Kewajiban sebagaimana tersebut dalam ayat (1) pasal ini dicantumkan dalam setiap izin yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang.”

Menurut Pasal 49 ayat (1) UU 1/2011, suatu rumah diperbolehkan untuk dipergunakan sebagai kegiatan usaha selama tidak membahayakan dan mengganggu fungsi hunian. Yang dimaksud dengan kegiatan yang tidak mengganggu fungsi hunian adalah kegiatan yang tidak menimbulkan penurunan kenyamanan hunian dari penciuman, suara, suhu/asap, sampah yang ditimbulkan dan sosial, sebagaimana dimaksud dalam penjelasan Pasal 49 ayat (1) UU Perumahan.

Sebelum meninggalkan lokasi indusri pabrik tahu pihak pemerintah kecamatan beserta team berkunjung ke rumah salah satu warga sekitar yg melaporkan prihal pencemaran udara di lingkungan tersebut.

Team menyampaikan hasil musyawarah. Team juga berpesan apabila pihak pemilik industri pabrik tahu tdk melakukan apa yg di katakan dari hasil musyawarah (membuat cerobong asap/penggorengan tahu) Segera laporkan kembali.

 

(Reporter: Rizal)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *