Maklumat Kapolri diacuhkan, Kapolsek Kembangan dicopot jabatan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jakarta – Maklumat yang dikeluarkan kapolri adalah merupakan printah pimpinan tertinggi dari institusi Polri, dan harus dipatuhi oleh semua pihak, tidak terkecuali, tidak hanya berlaku untuk masyarakat, tapi berlaku juga untuk anggota Polri dan keluarganya.

Namun sangat disayangkan apa yang terjadi terhadap pencopotan jabatan Kompol Fahrul Sudiana sebagai kapolsek Kembangan, seharusnya menjadi contoh kepada masyarakat ini malah memberikan contoh yang tidak baik dengan mengelar acara resepsi pernikahan mewah ditengah pemerintah sedang berusaha mengatasi penyebaran pandemi covid-19, apa yang dilakukannya juga dapat menjadikan gejolak di tengah masyarakat dan citra buruk terhadap institusi Polri.

Kompol Fahrul melanggar kepatuhan terhadap maklumat yang dikeluarkan Kapolri karena tetap membiarkan resepsi pernikahan digelar di tengah penyebaran virus corona (COVID-19). Padahal selama ini, Polri sedang bersusah payah membubarkan kegiatan yang mengundang krumunan massa seperti pesta pernikahan warga.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Yusri Yunus saat dikonfirmasi, membenarkan pencopotan tersebut. Pencopotan dilakukan setelah tim dari Bidang Propam Polda Metro Jaya memeriksa Fahrul.

“Dari hasil pemeriksaan yang bersangkutan sudah melanggar disiplin karena tidak mengindahkan maklumat yang di terbitkan oleh Kapolri,” kata Yusri ketika dikonfirmasi di Polda Metro Jaya, Kamis (02/04/2020).

Menurut Komisioner Kompolnas Poengky Indarti, Pencopotan dan pemberian sanksi kepada Kapolsek Kembangan sudah sangat tepat dimana seharusnya sebagai anggota Polri mematuhi perintah pimpinan tertinggi, bukannya malah melanggar Maklumat Kapolri, dimana seharusnya memberikan contoh baik pada masyarakat.

“Pimpinan Polri sangat tepat dan memiliki kewenangan penuh terhadap pencopotan dan pemberian sanksi kepada Kapolsek Kembangan karena yang bersangkutan seharusnya tidak melanggar Maklumat Kapolri akan tetapi memberikan contoh baik pada masyarakat,” ujar Poengky ketika dihubungi lewat telepon.

Pongky juga menyampaikan keperihatinannya terhadap apa yang dilakukan anggota Polri di tengah kondisi masyarakat yang mengalami kesusahaan akibat kondisi penyebaran virus Corona,

“saya prihatin jika benar acara pernikahan tersebut digelar di hotel mewah dan acaranya mewah. Ini melanggar aturan Kapolri kepada seluruh anggota dan Keluarga Polri untuk tidak bergaya hidup mewah,” imbuh Poengky.

Harapan Poengky terhadap kasus yang terjadi untuk mendapat perhatian seluruh anggota Polri dan berharap sanksi yg diberikan Propam dapat memberikan efek jera, tidak saja kepada yang bersangkutan, akan tetapi juga seluruh anggota Polri.

“Saya berharap kasus ini menjadi perhatian seluruh anggota Polri, agar sungguh-sungguh mematuhi dan melaksanakan Maklumat Kapolri dan menaati upaya Kapolri untuk melanjutkan Reformasi Kultural Polri dengan tidak bergaya hidup mewah,” ujar Poengky.

Kapolres Jakarta Barat mengalungkan bunga saat pesta pernikahan Kapolsek Kembangan

Yusri menambahkan, Fahrul diketahui menggelar pesta pernikahan pada 21 Maret 2020 lalu atau dua hari setelah Maklumat Kapolri nomor Mak/2/III/2020 itu terbit. Padahal, maklumat itu sudah jelas mengatur bahwa tidak boleh ada kegiatan masyarakat apa pun yang bersifat berkerumun untuk digelar, termasuk pernikahan.

“Kalau ada yang melanggar, maka jelas sanksinya,” tegas Yusri.

Sebagai Informasi, seperti diketahui dalam acara resepsi mewah tersebut tampak kehadiran beberpa pejabat kepolisian wilayah, dimana foto-foto kehadiran mereka tersebar di media sosial.

(BS)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *