Kapolres Pegunungan Bintang ajak masyarakat tangkal paham radikalisme

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pegunungan Bintang – Pengaruh radikalisme merupakan suatu pemahaman baru yang disebarkan pihak tertentu seperti agama, sosial, dan politik, seakan menjadi semakin rumit karena berbaur dengan tindakan yang cenderung melibatkan kekerasan.

Berbagai tindakan teror yang tak jarang memakan korban jiwa seakan menjadi cara dan senjata utama bagi para pelaku paham radikal dalam menyampaikan pemahaman mereka dalam upaya untuk mencapai tujuan para pelaku tersebut.

Berbagai propaganda paham radikal masih terlihat di beberapa tempat, seperti perguruan tinggi, masjid, organisasi masyarakat, dan bahkan dalam lingkup pemerintah pun sekarang sudah memasuki wilayahnya.

Disela pembagian sembako bagi masyarakat di Kota Oksibil Kebupaten Pegunungan Bintang beberapa waktu lalu, Kapolres Pegunungan Bintang AKBP. Michael Mumbunan, S.I.K mengatakan, Polri Khususnya Polres Pegunungan Bintang terus melakukan upaya antisipasi pemahaman radikalisme menyebar di masyarakat guna mencegah masyarakat terpengaruh kelompok paham itu.

“Kita ajak masyarakat untuk sama sama menolak dan tidak terpengaruh dengan paham radikalisme dan terorisme, intinya bagaiman sitkamtibmas di Wilayah hukum Polres Pegunungan Bintang terjaga aman dan kondusif, “kata Kapolres.

Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada dengan kehadiran orang asing yang mengajak atau melakukan pertemuan tanpa berkoordinasi dengan aparat desa dan aparat kepolisian. Sebab, kondisi seperti itu kerap dimanfaatkan orang yang tidak bertanggung jawab untuk menyampaikan paham-paham yang bertentangan dengan NKRI.

“Selaku Kapolres, Saya menghimbau apabila ada orang yang datang ke rumah atau mengajak sesuatu hal yang tidak jelas, dan tidak diketahui orangnya, tolong diantisipasi, dan sampaikan ke Babinkamtibmas yang ada, dan pak Kades, ” ucapnya.

Tambah Kapolres menegaskan, radikalisme merupakan paham yang harus diantisipasi, karena mudah masuk ke lapisan masyarakat yang kurang mengetahui tentang ideologi pancasila, agama persatuan dan kesatuan bangsa itu.

Lanjutnya, Tolong dijaga wilayah kita yang sudah aman ini, dengan kehadiran Babinkamtibmas sebagai garda terdepan yang turun langsung ke masyarakat di kawasan heterogen tersebut. Sebab, tahapan radikalisme yang diawali dari sikap intoleran hingga individu atau kelompok tersebut menjadi radikal.

Kalau kita tidak cegah dan tolak, maka terjadilah perpecahan dan masuknya paham radikalisme dan terorisme tersebut. makanya itu, Saya mengimbau masyarakat bekerja sama dengan Polres Pegunungan Bintang untuk mengantisipasi paham tersebut tersebar di Kabupaten Pegunungan Bintang.

Menurutnya, masyarakat di wilayah tertentu kerap menjadi sasaran kelompok radikal karena mereka lebih mudah dipengaruhi ideologi radikalisme.

Dia menambahkan, agar masyarakat tidak terlibat kelompok radikal sekaligus mewaspadai, mengidentifikasi, dan melaporkan bila menemukan indikasi penyebaran paham radikalisme di lingkungan masing-masing, tegas Kapolres Pegunungan Bintang.

 

 

Reporter: OL

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *