Update COVID-19 Mimika: Positif 3 orang, PDP 32, ODP 22, OTG 79 orang

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Timika – Tim Gugus Tugas Percepatan Pengendalian Coronavirus Desiase (Covid-19) Mimika, melalui Reynold Ubra selaku Juru Bicara (Jubir) menyebutkan, Pasien yang terkonfirmasi Positif COVID-19 masih tetap 3 Orang, sementara itu, 16 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tambahan baru sehingga total berjumlah 32 kasus.

Disamping itu orang dalam pemantauan (ODP) juga melonjak 5 Orang sehingga total 22 orang, adapun orang tanpa gejala (OTG) melonjak naik dari 31 orang menjadi 76 orang.

“Dari seluruh OTG yang berjumlah 76 orang, 9 orang menjalani isolasi di Shelter, Timika, sisanya isolasi mandiri dirumah dan akan dipantau terus,” kata Reynold Ubra melalui sambungan video phone kepada awak media, Kamis, (2/4/2020) malam.

Ubra menerangkan, sejak malam ini, (Kamis, 2/4) pihaknya akan lebih prioritaskan pemeriksaan terhadap mereka yang tengah menjalani isolasi mandiri di rumah.

“Saat ini kita periksa 31 orang yang sedang menjalani isolasi mandiri dirumah, kita gunakan alat rapid test,” terangnya.

Dirinya menambahkan, besok hari, (Jumat, 3/4) pihaknya akan mengirim 9 sampel rujukan ke Jayapura untuk dilakukan test Covid-19.

“Untuk 11 Orang PDP yang dirawat, mereka tersebar di 3 Rumah Sakit, yakni, 8 orang di RSUD, dan 3 orang lainnya di rumah sakit Swasta di Timika, disamping itu sebanyak 20 orang dengan status ODP sedang menjalani isolasi di Shelter, Timika,” ujarnya.

Plt. Kadis Kesehatan Mimika ini juga menyatakan, terhitung sejak tanggal 20 Maret hingga 2 April 2020 secara tim COVID-19 Mimika mencatat 136 orang termasuk positif Corona, diantaranya, 3 orang positif Covid-19, kemudian 32 PDP, dan 22 ODP, serta 79 orang kategori OTG.

Reynold Ubra menuturkan, dari hasil investigasi tim COVID-19 di Timika rupanya ada dua klaster Pandemi Covid-19 yang mewabah di Timika, yakni Klaster Jakarta dan Klaster Lembang Jawa Barat.

Saat ini dari Klaster Seminar Lembang, Jawa Barat yang merebak di Timika, Papua.

“Berdasarkan pengamatan dan investigasi kam melihat ada hubungan erat dengan Kasus Lembang, Jawa Barat,” ujar Reynold.

Dimana terdapat beberapa peserta yang pernah mengikuti kegiatan keagamaan di Lembang Jawa Barat, salah satu diantaranya telah meninggal dunia di Timika beberapa waktu lalu.

Semasa hidupnya, belum sempat dilakukan test Covid-19.

Setelah dimakamkan, selang beberapa hari kemudian, muncul pasien yang memiliki gejala Covid-19, dimana dua diantaranya dinyatakan positif virus Corona, kemudian dari hasil investigasi tim Covid-19, pasien-pasien tersebut diketahui memiliki hubungan erat dan pernah kontak langsung dengan Jenazah saat itu, bahkan beberapa orang yang pernah malayat dan kontak langsung, kini mengalami gejala Covid-19 dan sudah berstatus PDP.

“Ada dua orang yang ikut melayat dan kontak langsung dengan Jenazah saat itu sedang mengalami gejala Covid-19 dan sudah berstatus PDP,” beber Reynold.

Atas temuan tersebut, dirinya mengimbau agar warga lainya yang sempat melayat jenazah maupun menjadi peserta di Lembang, Jawa Barat agar segera melapor diri.

“Untuk warga yang datang dan hadir saja tidak masalah, tapi yang bersentuhan langsung, baik dengan tangan maupun mencium (jenazah), sebaiknya lapor ke kami, atau klinik terdekat,” terangnya.

Selaku Juru Bicara Covid-19 Mimika, dirinya mengimbau agar masyarakat tidak melakukan stigma ataupun diskriminasi terhadap warga yang diduga ataupun positif mengalami terpapar Covid-19.

(Reporter : AQM)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *