Wabah corona merebak di Timika, warga mulai inisiatif jadi relawan saling berbagi

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Timika – Penyebaran virus corona atau Covid-19 turut memukul perekonomian masyarakat di berbagai daerah yang terpapar Pandemi Covid-19.

Hampir semua sektor perekonomian baik nasional maupun daerah perlahan-lahan mulai terasa keterlambatan. Bahkan, ada kekhawatiran akan menyebabkan krisis ekonomi yang berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

Hal ini juga mulai terasa di wilayah Kabupaten Mimika, Papua.

Berbagai komunitas masyarakat, dan relawan Covid-19, maupun secara individu di Timika terlihat turun dan bergotong royong dengan suka rela untuk saling berbagi terhadap mereka yang dianggap kurang mampu ataupun kehabisan stok bahan makanan.

Muhammad Sain alias Jhoji misalnya, terlihat seminggu terakhir gencar saling berbagi sembako maupun masker buatan sendiri dan Hand Sanitizer (pembersih tangan) kepada warga Timika yang dianggap kurang mampu.

“Kami inisiatif sendiri, kita hanya bisa berbagi seadanya, awalnya ini kami bergerak sendiri lama-lama mulai banyak yang ingin bergabung untuk berbagi,” kata Sain kepada MITRAPOL di Timika, Jumat, (3/4/2020).

Pria yang akrab disapa Jhoji ini menyatakan, berdasarkan data lapangan yang diperoleh selama berbagi, dirinya menganjurkan agar pemerintah segera mungkin turun untuk membantu warga yang mulai kehabisan stok bahan makanan.

“Sejak satu Minggu kami turun (berbagi), ditemukan banyak warga yang sudah mulai resah karena kehabisan stok bahan makanan mereka, kami harap pemerintah segera membantu,” pungkasnya.

Muhammad Sain menambahkan, walaupun gencar berbagi pihaknya selalu menerapkan physical distancing (jaga jara fisik) dan saling mengingatkan untuk warga agar tenang di rumah masing-masing sehingga bersama dapat memutus mata rantai Pandemi Covid-19 di Timika.

Untuk diketahui, merebaknya virus Corona di Kabupaten Mimika mulai terlihat, setidaknya hingga Jum’at, (3/4), Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat sebanyak 136 orang.

Terbagi menjadi 3 orang positif Covid-19, kemudian 32 orang pasien dalam pengawasan PDP, dan 22 orang dalam pemantauan ODP, serta 79 orang berstatus tanpa gejala OTG.

Keberadaan Covid-19 di Timika sendiri berasal dari dua Klaster, yakni klaster Jakarta, dan klaster Seminar di Lembang, Jawa Barat.

 

(Reporter : AQM)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *