Pemda Belitung Timur dinilai lamban soal alokasi anggaran penanganan wabah corona

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Belitung – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Beliadi, S.IP, meluapkan kekesalan dan kekecewaany terhadap kinerja pemerintah daerah Belitung Timur dalam mengatasi masalah wabah Covid-19.

Kepada rekan – rekan wartawan, ia mengatakan kinerja pemda dan jajarannya begitu lambat dalam menentukan anggaran pencegahan dan penanganan wabah virus corona.

“Sampai jumat sore saya cek ke anggota Fraksi Partai Gerindra yaitu Anggota Dewan dan Wakil Ketua DPRD dari Gerindra, bahkan surat untuk membahas itu pun belum masuk ke ketua DPRD dan Badan Anggaran DPRD untuk di setujui,” ungkapnya.

Politisi yang akrab disapa Beliadi itu berharap agar pemerintah segera ketok palu untuk anggaran alokasi covid 19.

“Kalau Senin belum ada kepastian saya akan kirim surat ke DPRD Beltim. Sebagai anggota DPRD Prov. BABEL saya di sumpah di bawa kitab suci Al qur’an untuk mengurusi urusan rakyat Beltim, Belitung dan BABEL, melihat lambatnya kinerja Pemda Beltim jika saya tidak bersuara berarti saya melanggar sumpah kepada Allah SWT,” ujarnya.

Menanggapi pernyataan sekda, Beliadi tidak sepakat dengan apa yang di katakan oleh Sekda Beltim di salah satu radio swasta Belitung Timur, yang mengatakan bahwa pemda Beltim tidak lambat cuma masih menyesuaikan aturan.

“Sedangkan kita ketahui saat ini kabupaten dan kota yang lain, ini Sudah pada ketok palu semua,” ucapnya.

“Mungkin mereka baru mau belajar aturan dan cari alasan karena ketidakmampuannya berbuat dan bertindak cepat seperti kabupaten dan kota yang lain,” lanjut dia.

“Tapi lucunya mereka sudah mengeluarkan edaran yang aneh aneh, dari minta sumbangan ke masyarakat sampai himbauan agar masyarakat tidak memborong sembako sudah di keluarkan tapi perubahan anggaran belum di ketok palu.”

Sebagai bentuk tidak lanjut kekesalan dan kekecewaan kepada jajaran Pemda Beltim, ia sudah membuat konsep surat dan akan beliau sampaikan ke DPRD Beltim.

“InsyaAllah akan disampaikan pada hari Senin 6 april 2020 jam 14:00 wib, jikalau sampai Senin belum ketuk palu juga terkait pengalokasian dan penggeseran anggaran covid 19,” katanya.

Surat yang akan disampaikan itu ialah meminta kepada DPRD Beltim terkait perihal : Pemberentian jabatan melalui Hak Angket atau interpelasi Anggota DPRD Beltim yang ditembuskan keP presiden Republik Indonesia, Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia,Gubernur Kepulauan Bangka Belitung dan Ombudsman Republik Indonesia Prov.

(Reporter : Serli Agus Saputra, Tarmiza Yazid & Tim)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *